Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Bakti Rimbawan

Bakti Rimbawan

Monday, 16 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

 

SELAMAT HARI BAKTI RIMBAWAN KE 32

Rimbawan merupakan sebutan bagi seseorang yang memiliki profesi bidang kehutanan yang menguasai dan memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam profesi kehutanan (Suhendang, 2002). Dengan kata lain, rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan. Jelas, dalam pengertian ini rimbawan ditempatkan sebagai sebuah profesi. Profesi yang jika dicarikan penyetaraannya, adalah analogi yang sempurna bila disejajarkan dengan profesi dokter atau akuntan. Sebagai bentuk konsekuensi dari sebuah profesi, maka profesi menuntut adanya tanggung jawab serta wujud pelaksanaan sebuah profesionalisme, bukan terbatas pada sertifikasi atas profesi rimbawan, melainkan bentuk tumbuh kembang individu secara menyeluruh, meliputi ketiga karateristik tersebut.

Rimbawan adalah manusia, mahluk yang paling tinggi derajatnya di muka bumi. Manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna. Demikian pula rimbawan. Menjadi rimbawan adalah sebuah kehormatan yang harus disandang dengan kesadaran manusiawi. Kesadaran itu harus membuat kita merasa sangat malu bila harus melakukan hal-hal yang merendahkan kehormatan kita sebagai rimbawan.  Kehormatan rimbawan juga harus disandang dengan kebanggaan diri yang teraktualisasi pada tindakan-tindakan positif yang menempatkan ideologi/nilai dasar pada posisi seimbang dalam proses pengambilan keputusan.

Dalam paradoksalnya, manusia seringkali terjebak dalam dominasi tatalahir tanpa mempertajam tata batinnya. Jati dirinya adalah harga dirinya. Kesadaran itu akan menuntut rimbawan membentuk diri sebagai pejuang yang akan selalu siap dan waspada, berhati-hati dalam bersikap dan memperjuangkan cita – citanya.(Mengalir tanpa batas)

Sebagai bangsa negara republic Indonesia kita sebagai Rimbawan dan Rimbawati seharusnya bersyukur dengan dianugrahkannya sumber daya hutan yang kaya akan kenakeragaman hayati dan oleh karena itu kita wajib mensyukuri apa yang telah diberikan sebagai amanah dari Allah SWT untuk mengurus, melindungi, mengelola dan memanfaatkan serta mereboisasi sebesar besarnya hutan bagi kemakmuran rakyat baik sekarang sampai generasi yang akan datang. Oleh sebab itu sebagai amanah yang harus diemban oleh negara, Pemerintah RI pada tanggal 16 Maret 1983 membentuk Departemen Kehutanan yang saat ini menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan setiap tanggal 16 Maret di canangkan sebagai Lahirnya Hari Bakti Rimbawan yang akan kita peringati setiap tahunnya. Sekarang pada tahun 2015, Hari Bakti Rimbawan sudah berusia 32 Tahun dan para rimbawan melalui berbagai peranannya telah memberikan sumbangan dan bakti dalam Pembangunan Nasional di manapun mereka berada. Banyak hal yang selama ini di berikan untuk kehutanan Indonesia yang telah mencurahkan tenaga maupun pikiran serta dengan semangat dan disiplin yang tinggi dapat melaksanakan tugas dibidang kehutanan untuk mewujudkan visi dan misi pembanguan kehutanan. Semoga pengabdian dan perjuangan para rimbawan diterima sebagai ibadah dalam menjalankan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.(slvianna)

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:56
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 83 guests online

Pengunjung

837342
Hari IniHari Ini287
KemarinKemarin538
Minggu IniMinggu Ini3226
Bulan IniBulan Ini10836
SemuaSemua837342