Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Situs Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home

Aksi Penanaman Sejuta Pohon oleh anak anak SD/MI dan SLTP se Gugus Taman Jaya Kecamatan Sumur

Thursday, 09 April 2015 08:59 Admin TNUK
Print PDF

Hari Hutan Internasional 2015 di Ujung Kulon

MENANAM POHON MENANAM MASA DEPAN

Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Kehidupan manusia di bumi hampir tidak bisa dipisahkan dari hutan dan hasil hutan. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, pangan yang kita konsumsi, dan sandang yang kita gunakan, semua berkaitan dengan hutan. Selain menjadi sumber kehidupan manusia, hutan juga berfungsi dari aspek sosial, ekonomi, budaya, iptek dan lain-lain. Menyadari akan pentingnya arti hutan bagi kehidupan manusia, lebih dari 200 siswasiswi SD/ MI dan SLTP se Gugus Tamanjaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang melakukan aksi penanaman sejuta pohon di sempadan pantai barat Pulau Jawa yang juga merupakan daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengatakan “ Hal menarik dari aksi ini adalah inisiatif untuk melakukan penanaman pohon di sempadan pantai justru munculnya dari pihak sekolah. Saya mengapresiasi dan bangga akan kepedulian dari para siswa-siswi untuk berperan nyata dalam melestarikan hutan dan memelihara lingkungan”.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumur, Ramli Idris yang merupakan penggerak dari aksi tersebut menjelaskan bahwa disekolahnya telah diajarkan muatan lokal tentang Program Kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup. Mereka bukan hanya diajarkan teori saja tetapi juga mempraktekkannya secara nyata di lapangan. Program ini sudah lama kami lakukan. Kami sangat berterimakasih sekali karena gagasan ini mendapat dukungan penuh khususnya dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Puncak penanaman diselenggarakan di Pantai Paniis Desa Taman Jaya pada tanggal 9 April 2015. Direncanakan acara tersebut akan dihadiri oleh Bupati dan Muspida Kabupaten Pandeglang, aparat di tingkat kecamatan dan desa serta masyarakat. Dua hari sebelumnya siswa-siswi tersebut akan mengikuti kegiatan Kemah Konservasi untuk mendapatkan pembekalan tentang konservasi alam dan lingkungan dari beberapa nara sumber.

Last Updated on Thursday, 09 April 2015 09:15 Read more...
 

HUT Kabupaten Pandeglang ke 141 tanggal 1 April 2015

Wednesday, 01 April 2015 09:52 Admin TNUK
Print PDF

Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke 141

Kabupaten Pandeglang adalah sebuah kabupaten di Provinsi BantenIndonesia. Ibukotanya adalah Pandeglang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di Timur, serta Samudra Indonesia di barat dan selatan. Wilayahnya juga mencakup Pulau Panaitan (di sebelah barat, dipisahkan dengan Selat Panaitan), serta sejumlah pulau-pulau kecil di Samudra Hindia, termasuk Pulau Deli dan Pulau TinjilSemenanjung Ujung Kulon merupakan ujung paling barat Pulau Jawa, dimana terdapat suaka margasatwa tempat perlindungan hewan badak bercula satu yang kini hampir punah.

Pusat perekonomian Kabupaten Pandeglang terletak di dua kota yakni Kota Pandeglang dan Labuan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan dataran rendah dan dataran bergelombang. Kawasan selatan terdapat rangkaian pegunungan. Sungai yang mengalir diantaranya Sungai Ciliman yang mengalir ke arah barat, dan Sungai Cibaliung yang mengalir ke arah selatan.

Dahulu kala Pandeglang berasal dari kata “Pandai Gelang” yang artinya orang tukang atau tempat menempa gelang. Pendapat ini terutama dikaitkan dengan legenda "Si Amuk" yang konon kabarnya pada Zaman Kesultanan Banten, di Desa Kadupandak ada seorang tukang Pandai (tukang besi) yang termasyur pandai konon cerita Sultan Banten yang memerintah pada waktu itu menyuruh tukang pandai besi di desa tersebut untuk membuat gelang meriam yang bernama si AMUK, karena di daerah lain tukang pandai besi tidak ada yang sanggup untuk membuatnya. Oleh karena pandai besi tersebut berhasil membuatnya maka daerah Kadupandak dan sekitarnya disebut orang Pandeglang yang selanjutnya berkembang menjadi salah satu distrik di Kabupaten Serang. Selain itu ada dua pendapat yang mengemukakan bahwa Pandeglang juga berasal dari kata “Paneglaan” yang artinya tempat melihat ke daerah lain dengan jelas. Hal ini seperti dikemukakan dalam salah satu Buku “Pandeglang itu asal dari kata Paneglaan, tempat melihat ke mana-mana”. Sedikit kita nanjak ke pasir, maka terdapat sebuah kampung namanya “Sanghiyang Herang” patilasan orang dahulu, awas (negla) melihat kemana-mana yaitu “Pandeglang sekarang”. Pandeglang berasal dari kata “Pani-Gelang” yang artinya “tepung gelang”. Pada Tahun 1527 Banten jatuh seluruhnya ke tangan Syarif Hidayatullah yang kemudian diperkuat untuk kepentingan perdagangan.

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:35 Read more...
 

Indonesia International Work Camp di Taman Nasional Ujung Kulon

Tuesday, 31 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

AKSI VOLUNTEERING DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Keberadaan taman nasional Ujung Kulon dengan hewan asli Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus desmares), sudah seharusnya didukung oleh masyarakat setempat yang tinggal di daerah yang mengelilinginya. ini sering kali terabaikan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya sebuah eksistensi taman nasional sebagai lembaga konservasi dan pelestarian alam,

serta karena alasan ekonomis masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional ujung kulon. Untuk mengatasinya perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dengan NGO (Non Governmental Organization) atau lembaga swadaya masyarakat melalui berbagai kerja sama.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bertujuan memberdayakan dan memajukan sumber daya manusia di daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, salah satunya dengan melibatkan IIWC (Indonesia International Work Camp) sebuah NGO yang bergerak dalam bidang volunteering (kerelawanan) internasional.

Last Updated on Thursday, 09 April 2015 09:13 Read more...
 

Bakti Rimbawan

Monday, 16 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

 

SELAMAT HARI BAKTI RIMBAWAN KE 32

Rimbawan merupakan sebutan bagi seseorang yang memiliki profesi bidang kehutanan yang menguasai dan memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam profesi kehutanan (Suhendang, 2002). Dengan kata lain, rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan. Jelas, dalam pengertian ini rimbawan ditempatkan sebagai sebuah profesi. Profesi yang jika dicarikan penyetaraannya, adalah analogi yang sempurna bila disejajarkan dengan profesi dokter atau akuntan. Sebagai bentuk konsekuensi dari sebuah profesi, maka profesi menuntut adanya tanggung jawab serta wujud pelaksanaan sebuah profesionalisme, bukan terbatas pada sertifikasi atas profesi rimbawan, melainkan bentuk tumbuh kembang individu secara menyeluruh, meliputi ketiga karateristik tersebut.

Rimbawan adalah manusia, mahluk yang paling tinggi derajatnya di muka bumi. Manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna. Demikian pula rimbawan. Menjadi rimbawan adalah sebuah kehormatan yang harus disandang dengan kesadaran manusiawi. Kesadaran itu harus membuat kita merasa sangat malu bila harus melakukan hal-hal yang merendahkan kehormatan kita sebagai rimbawan.  Kehormatan rimbawan juga harus disandang dengan kebanggaan diri yang teraktualisasi pada tindakan-tindakan positif yang menempatkan ideologi/nilai dasar pada posisi seimbang dalam proses pengambilan keputusan.

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:56 Read more...
 

Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia Tanggal 2 Februari 2015

Monday, 02 February 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

Logo Hari Lahan Basah Sedunia tahun 2015

SELAMAT HARI LAHAN BASAH SEDUNIA

TANGGAL 2 FEBRUARI 2015

Hari Lahan Basah Sedunia pertama kali diperingati tahun 1997. Peringatan ini ditandai dengan penandatanganan Konvensi Ramsar (The Convention on Wetlands of International Importance, especially as Waterfowl Habitat) pada tanggal 2 Februari 1971 di kota Ramsar Iran, dan Indonesia sendiri telah meratifikasi konvensi ini melalui Keputusan Presiden RI No 48 tahun 1991. Konvensi Ramsar itu sendiri adalah kesepakatan internasional tentang perlindungan wilayah-wilayah lahan basah yang penting, terutama yang memiliki arti penting sebagai tempat tinggal burung air. Tujuan perjanjian itu adalah untuk mendaftar lahan-lahan basah yang memiliki nilai penting di arah internasional, menganjurkan pemanfaatannya secara bijaksana, serta mencegah kerusakan yang semakin menggerogoti nilai-nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, ilmiah dan sebagai sumber wisata; dengan tujuan akhir untuk melestarikan kawasan-kawasan lahan basah dunia. Negara  yang menjadi anggota dalam Perjanjian Ramsar itu harus mendaftarkan sekurangnya satu lokasi lahan basah di dalam wilayahnya ke dalam "daftar lahan basah yang penting secara internasional", yang biasanya disebut "Daftar Ramsar". Negara anggota memiliki kewajiban bukan hanya terhadap perlindungan lokasi lahan basah yang terdaftar, melainkan juga harus membangun dan melaksanakan rencana tingkat pemerintah untuk menggunakan lahan basah di wilayahnya secara bijaksana

Sejak tahun 1997 hingga 2007, konvensi telah melaporkan bahwa 95 negara telah melakukan aktivitas perayaan Hari Lahan Basah Sedunia dalam berbagai bentuk, dari seminar dan kuliah singkat, lintas alam, kontes seni anak-anak, balap sampan, hingga aksi bersih (clean-up day) yang dilakukan komunitas masyarakat, dan sebagainya (wikipedia).

Last Updated on Wednesday, 01 April 2015 10:01 Read more...
 


Page 1 of 20
the world heritage
Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

pengiriman_gagal

contact tnuk



Kategori

We have 32 guests online

Pengunjung

502260
Hari IniHari Ini291
KemarinKemarin547
Minggu IniMinggu Ini2478
Bulan IniBulan Ini13692
SemuaSemua502260