Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Seputar Badak Jawa (1)

Seputar Badak Jawa (1)

Monday, 11 November 2013 10:38 Admin TNUK
Print PDF

SEPUTAR BADAK JAWA  (1)

MENGAPA BADAK JAWA PERLU DILESTARIKAN ?

 

Badak Jawa merupakan spesies paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia. Saat ini keberadaannya menjadi prioritas untuk dilestarikan. Ada beberapa pendekatan yang menjadi alasan mengapa badak jawa tersebut perlu dilestarikan, mulai dari pendekatan religi, filosofis, politik, ekologi, sosial ekonomi dan juga IPTEK.

Pendekatan Religi

Sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi ini, manusia mempunyai kewajiban untuk memelihara alam beserta segala isinya,  karena “ Allah tidak menciptakan langit dan  bumi dan apa yang ada diantara keduanya dengan sia-sia” (Alqur’an Surat Shad ayat 27).  Badak Jawa adalah makhluk ciptaan Allah yang pasti diciptakan dengan tidak sia-sia.

Pendekatan Filosofis

Dengan jumlah yang relative kecil dan hanya berada pada satu habitat (Semenanjung Ujung Kulon),  Badak Jawa rentan terhadap bahaya kepunahan.  Oleh sebab itu, menjadi tanggung jawab generasi saat ini menjaga dan melestarikannya, untuk diwariskan kepada generasi penerusnya.

Pendekatan Politik

Saat ini Badak Jawa hanya terdapat di  Indonesia dan tidak terdapat di negara lain. Keberhasilan melestarikan Badak Jawa akan meningkatkan martabat bangsa Indonesia dalam komunitas Internasional  sebagai bangsa yang memiliki komitmen dalam  melestarikan  keanekaragaman hayati dan memelihara ekosistem global.

Pendekatan Ekologi

Badak Jawa merupakan  salah satu unsur penyusun ekosistem, hilangnya Badak Jawa dari habitat alaminya akan menyebabkan keseimbangan ekosistem alam  tersebut  terganggu,  sehingga terbentuk keseimbangan baru..

Pendekatan Sosial -Ekonomi

Badak Jawa menjadi “Icon ekowisata“ Taman Nasional Ujung Kulon.  Berkembangnya ekowisata di TNUK  khususnya dan Propinsi Banten pada umumnya,  akan   memberi dampak positif bagi terciptanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan  masyarakat dan pembangunan wilayah.

Pendekatan IPTEK

Pada beberapa negara,  bagian tubuh Badak Jawa (khususnya cula)  digunakan sebagai bahan  dalam pengobatan dan kosmetik (oleh karena itu harga cula Badak Jawa dalam pasar gelap sangat menggiurkan para pemburu).  Melestarikan Badak Jawa, berarti mengawetkan sumberdaya genetik dari satwa langka tersebut yang dapat digunakan dalam pengembangan IPTEK di masa mendatang.

Dari uraian di atas sangatlah mudah dipahami mengapa kita perlu melestarikan Badak Jawa.

Badak Jawa  Hanya KITA  Yang Punya

 

 

Dipersembahkan oleh  :

Balai Taman Nasional Ujung Kulon

the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 36 guests online

Pengunjung

869160
Hari IniHari Ini16
KemarinKemarin628
Minggu IniMinggu Ini2360
Bulan IniBulan Ini11490
SemuaSemua869160