Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Evaluasi Hasil Rhino Monitoring Unit

Evaluasi Hasil Rhino Monitoring Unit

Thursday, 31 October 2013 14:08 Admin TNUK
Print PDF

BALAI TNUK LAKUKAN EVALUASI HASIL RHINO MONITORING UNIT

Oleh : Lia Nur Apriani

Mahasiswa Magang FISIP UNTIRTA

 

Sejalan dengan perkembangan teknologi, pada  tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon mulai menggunakan teknologi baru dalam melakukan monitoring populasi badak jawa. Monitoring  dilakukan dengan mengoperasikan kamera video trap jenis Trophy camp merk Bushnell model 119405 pada lokasi yang sering dikunjungi badak jawa di Semenanjung Ujung Kulon.  Hasil berupa klip video badak jawa  selanjutnya diidentifikasi dengan menggunakan 8 (delapan) parameter morfologi badak jawa yaitu:  ukuran-bentuk dan posisi cula, kerut kulit di sekitar mata, kerut wajah, lipatan leher, posisi dan bentuk telinga, cacat, luka, dan warna kulit.

 

Balai TNUK melakukan evaluasi hasil kegiatan monitoring badak jawa yang dilaksanakan pada Semester I (Maret-Agustus) oleh tim Rhino Monitoring Unit (RMU). Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 09-11 Oktober 2013 di PERUM PERHUTANI, Pesanggrahan-Carita.

Kegiatan rutin yang diadakan dua kali dalam setahun ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi beberapa hal, seperti pemasangan video trap monitoring Badak, pengolahan data, identifikasi sampai sarana-prasarana yang digunakan telah sesuai atau masih perlu diperbaiki untuk hasil yang lebih baik.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan evaluasi ini terdiri dari : Tim Panitia RMU, tim RMU (Ketua Unit dan tim pencatat data), WWF Ujung Kulon, YABI (Yayasan Badak Indonesia).

Selain itu, di acara evaluasi kegiatan ini pihak penyelenggara akan memunculkan sebuah pedoman atau panduan untuk mengidentifikasi badak jawa dengan video trap. Harapannya pedoman tersebut akan disahkan menjadi SK oleh Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang nantinya akan menjadi sebuah acuan tiap tahun untuk mengidentifikasi badak di ujung kulon.

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

Dr. U. Mamat Rahmat

Penanggung Jawab RMU

087873417555

Last Updated on Thursday, 31 October 2013 14:24
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 12 guests online

Pengunjung

886043
Hari IniHari Ini58
KemarinKemarin455
Minggu IniMinggu Ini513
Bulan IniBulan Ini12003
SemuaSemua886043