Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Sosialisasi Pembangunan Sarana Telekomunikasi Seluler di Kawasan TNUK

Sosialisasi Pembangunan Sarana Telekomunikasi Seluler di Kawasan TNUK

Friday, 23 August 2013 10:22 Admin TNUK
Print PDF

SOSIALISASI PEMBANGUNAN SARANA TELEKOMUNIKASI SELULER

DI KAWASAN TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang ditunjuk oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1982 dan ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 284/Kpts-II/1992 tanggal 26 Februari 1992 dengan luas 122.956 ha.   Salah satu tujuan utama penunjukan TNUK adalah untuk perlindungan sumberdaya alam dan pelestarian habitat serta perlindungan badak jawa (Rhinoceros sondaicus).  Pada tahun 1992 ,  UNESCO menetapkan TNUK sebagai World Heritage Site,  dan  berdasarkan  PP  No. 26 tahun  2008,  Pemerintah Republik Indonesia menetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Prinsip dasar pengelolaan taman nasional adalah pengelolaan berdasarkan sistem zonasi  (UU No. 5.  Tahun 1990).  Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA)  No. : SK.100/IV-SET/2011 tanggal 20 Mei 2011 tentang Zonasi Taman Nasional Ujung Kulon, wilayah TNUK dibagi menjadi beberapa zona, antara lain : zona inti, zona rimba, zona pemanfaatan, zona tradisional, zona rehabilitasi, zona religi, zona perlindungan bahari dan zona khusus.

Sampai saat ini pada sebagian besar kawasan TNUK khususnya  pada wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang dan Pulau Panaitan tidak dapat digunakan telepon seluler. Komunikasi antar unit-unit pengelolaan yang tersebar pada wilayah daratan dan pulau tersebut, dilakukan dengan  menggunakan sistem radio komunikasi dua meteran yang bersifat stasioner.

Sistem  komunikasi tersebut dinilai kurang efektif dan sering mengalami  gangguan,  sehingga menjadi kendala dalam pengelolaan TNUK khususnya jika ada informasi  yang bersifat urgen dan perlu segera ditindak lanjuti.  Contoh kasus; terjadinya tindak pidana, terjadinya kebakaran, kecelakaan/ sakit yang dialami petugas/ pengunjung, , masuknya imigran gelap, dan lain-lain.  Kondisi tersebut juga kurang mendukung  upaya pengembangan ekowisata di TNUK khususnya dalam hal pelayanan informasi dan penyediaan sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh pengunjung.   Balai TNUK sering menerima complain dari pengunjung dalam hal tersebut.

Selain itu,  Balai TNUK saat ini sedang menggagas pengembangan sistem monitoring badak jawa secara on line (Rhino On line Monitoring System)  yang membutuhkan BTS sebagai sarana pengiriman data (photo dan video).

Pemerintah melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah memilih Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten sebagai salah satu kabupaten penerima Program Penyediaan Jasa Akses Telekomunikasi dan Informatika di Pulau Terluar dan Perbatasan (TELINFO-TUNTAS) KPU-USO yang akan dibangun menara BTS guna fasilitas telekomunikasi bagi masyarakat.

Sesuai Pasal 43 Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 tahun 2011 tentang Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA), bahwa penyelenggaraan KSA dan KPA dapat dikerjasamakan dengan badan usaha atau pihak lainnya dalam rangka penguatan fungsi KSA dan KPA serta kepentingan pembangunan strategis yang tidak dapat dielakan.

Berdasarkan hal tersebut, melalui surat nomor :S.750/IV-T.10/KH/2012 tanggal 4 Oktober 2012, Kepala Balai TNUK mengajukan permohonan ijin Pemasangan Tower Telepon Seluler di Kawasan TNUK kepada Direktur Jenderal PHKA Kementerian Kehutanan dan mengajukan permohonan pembangunan menara BTS (TELINFO TUNTAS) KPU/USO kepada BP3TI.

Pada tanggal 13 – 15 Februari 2013 dilakukan survey lapangan oleh tim Ditjen PHKA  yang didampingi oleh teknisi dari BP3TI.  Berdasarkan hasil survey lapangan tersebut,  melalui surat nomor : S.162/IV-KKBHL/2013 tanggal 5 April 2013 Dirjen PHKA  memberikan persetujuan rencana pemasangan menara telekomunikasi yang bekerjasama dengan BP3TI dengan menggunakan tapak  seluas 800 m2 (400 m2 di Pulau Peucang dan 400 m2 di Pulau Panaitan) yang masuk ke dalam Zona Pemanfaatan TNUK.

Pembangunan kedua tower BTS tersebut telah selesai pada bulan Juni 2013.   Untuk di Pulau Peucang, mulai tgl 25 Juni 2013  tower BTS telah berfungsi (on air) dengan baik dan telah dilakukan uji coba oleh Kepala Resort Pulau Peucang. Namun mulai tanggal 5 Juli 2013,  tower BTS tersebut tidak berfungsi kembali. Setelah dilakukan pengecekan,  diketahui bahwa solar panel yang dipasang tidak dapat menerima sinar matahari secara maksimal karena tertutup oleh canopy  vegetasi  di sekitar lokasi tower,  sehingga energi listrik yang tersimpan dalam baterai tidak cukup untuk  mengaktifkan BTS.  Sedangkan untuk yang di Pulau Panaitan,  sampai saat ini kondisi tower BTS belum berfungsi (on air).

Untuk mengoptimalkan fungsi tower BTS di Pulau Peucang tersebut,  Balai TNUK  melakukan upaya  pembukaan tutupan vegetasi di sekitar lokasi  tower BTS dengan tujuan  agar solar panel yang dipasang dapat menangkap sinar matahari secara maksimal sehingga dapat mendukung supplai energi ke baterai BTS. Selain untuk tujuan tersebut, pembukaan tutupan vegetasi  dilakukan untuk kepentingan :

Melindungi sarana prasarana pengelolaan, termasuk fasilitas tower BTS, dari resiko pohon tumbang, khususnya pada musim angin barat.

Penempatan solar panel baru dalam rangka pengembangan energi listrik di Pulau Peucang, sehingga dapat mengganti fungsi genset yang selama ini dioperasikan di pulau tersebut.  Penggoperasian genset di Pulau Peucang disamping membutuhkan biaya tinggi juga mengganggu lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Mendukung keselamatan dan kelancaran pendaratan helikopter di pulau tersebut dengan memperpanjang jarak pandang, sesuai yang disarankan oleh beberapa pilot.  Hal ini mengingat  P. Peucang  sering dijadikan sebagai lokasi pendaratan heli untuk tamu VIP yang berkunjung ke TNUK.

Balai TNUK memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan TNUK,  khususnya dalam upaya  konservasi badak jawa dan spesies lainnya,  serta pelayanan bagi pengunjung.

 

 

 

Labuan,  Agustus 2013

Kepala Balai

 

ttd

 

Dr. Ir. Moh. Haryono, M.Si

NIP. 19640108 199003 1 002

Last Updated on Friday, 23 August 2013 10:26
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 64 guests online

Pengunjung

809719
Hari IniHari Ini272
KemarinKemarin371
Minggu IniMinggu Ini2060
Bulan IniBulan Ini11929
SemuaSemua809719