Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Pengelolaan Populasi Rusa di Taman Nasional Ujung Kulon

Pengelolaan Populasi Rusa di Taman Nasional Ujung Kulon

Wednesday, 07 March 2012 08:47 Admin TNUK
Print PDF

 

EXECUTIVE SUMMARY
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi rusa timor di Pulau Peucang dan Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon beserta nilai manfaat rusa bagi lingkungan dan kemungkinan pemanfataannya. Hasil kegiatan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan strategi pengelolaan populasi rusa timor di Taman Nasional Ujung Kulon.
Metode yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi populasi rusa di Pulau Peucang adalah dengan metode konsentrasi pada wilayah konsentrasi populasi di pulau tersebut yaitu pengambilan data dilakukan dengan metode kelimpahan titik (Point of Abundance) pada 16 titik. Inventarisasi di Pulau Panaitan dilakukan dengan menggunakan metode jalur transek dengan panjang transek 1,5 Km dan lebar 80 m. Penempatan jalur transek untuk wilayah Legon Butun dengan model jari-jari dan pada wilayah lainnya dengan model jalur sejajar yang dimulai dari garis pantai ke arah sentrifugal. Jenis data yang dicatat yaitu jumlah individu rusa, jensi kelamin dan kelas umur. Untuk mengetahui sebaran populasi rusa dilakukan pencatatan koordinat kehadiran rusa yang kemudian di up-load pada peta lokasi kegiatan.
Ukuran populasi rusa di Pulau Peucang hasil sensus sebesar 49 individu, dan dugaan ukuran populasi dengan metoda titik kelimpahan sebesar 358 ± 44 individu, sedangkan dugaan ukuran populasi di Legon Butun Pulau Panaitan sebesar 40 ± 32 individu. Rusa di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dapat dimanfaatkan secara langsung diantaranya yaitu sebagai obyek wisata alam, penelitian, dan obyek foto hunting. Selain itu dalam rangka pengelolaan populasi, rusa-rusa ini perlu dipanen yang dapat digunakan sebagai bibit breeding stock yang nantinya dapat digunakan untuk mensuplai bibit bagi masyarakat yang berminat untuk melakukan penangkaran rusa.
Untuk pengamatan di masa mendatang disarankan agar mengetahui pergerakan rusa yang hidup di Pulau Peucang, sehingga dapat memperkirakan luasan habitat rusa yang sebenarnya. Atas dasar ini memudahkan dengan hasil yang lebih dipercaya dalam penghitungan ukuran populasinya. Sedangkan, untuk pelaksanaan kegiatan pendugaan populasi rusa di Pulau Panaitan sebaiknya dilakukan pada cuaca yang baik sehingga dapat memperbanyak sampling untuk meningkatkan keakuratan data.

EXECUTIVE SUMMARY

PENGELOLAAN POPULASI RUSA TIMOR DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi rusa timor di Pulau Peucang dan Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon beserta nilai manfaat rusa bagi lingkungan dan kemungkinan pemanfataannya. Hasil kegiatan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan strategi pengelolaan populasi rusa timor di Taman Nasional Ujung Kulon.

 

Metode yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi populasi rusa di Pulau Peucang adalah dengan metode konsentrasi pada wilayah konsentrasi populasi di pulau tersebut yaitu pengambilan data dilakukan dengan metode kelimpahan titik (Point of Abundance) pada 16 titik. Inventarisasi di Pulau Panaitan dilakukan dengan menggunakan metode jalur transek dengan panjang transek 1,5 Km dan lebar 80 m. Penempatan jalur transek untuk wilayah Legon Butun dengan model jari-jari dan pada wilayah lainnya dengan model jalur sejajar yang dimulai dari garis pantai ke arah sentrifugal. Jenis data yang dicatat yaitu jumlah individu rusa, jensi kelamin dan kelas umur. Untuk mengetahui sebaran populasi rusa dilakukan pencatatan koordinat kehadiran rusa yang kemudian di up-load pada peta lokasi kegiatan.

 

Ukuran populasi rusa di Pulau Peucang hasil sensus sebesar 49 individu, dan dugaan ukuran populasi dengan metoda titik kelimpahan sebesar 358 ± 44 individu, sedangkan dugaan ukuran populasi di Legon Butun Pulau Panaitan sebesar 40 ± 32 individu. Rusa di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dapat dimanfaatkan secara langsung diantaranya yaitu sebagai obyek wisata alam, penelitian, dan obyek foto hunting. Selain itu dalam rangka pengelolaan populasi, rusa-rusa ini perlu dipanen yang dapat digunakan sebagai bibit breeding stock yang nantinya dapat digunakan untuk mensuplai bibit bagi masyarakat yang berminat untuk melakukan penangkaran rusa.

Untuk pengamatan di masa mendatang disarankan agar mengetahui pergerakan rusa yang hidup di Pulau Peucang, sehingga dapat memperkirakan luasan habitat rusa yang sebenarnya. Atas dasar ini memudahkan dengan hasil yang lebih dipercaya dalam penghitungan ukuran populasinya. Sedangkan, untuk pelaksanaan kegiatan pendugaan populasi rusa di Pulau Panaitan sebaiknya dilakukan pada cuaca yang baik sehingga dapat memperbanyak sampling untuk meningkatkan keakuratan data.

 

Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 09:15
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 74 guests online

Pengunjung

836362
Hari IniHari Ini255
KemarinKemarin482
Minggu IniMinggu Ini2246
Bulan IniBulan Ini9856
SemuaSemua836362