Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home JRSCA Info Terkini

Progres Pembangunan JRSCA di TNUK

Wednesday, 31 July 2013 14:29 Admin TNUK
Print PDF

Progres Pembangunan

Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA)

di Taman Nasional Ujung Kulon

 

 

PENDAHULUAN

Populasi badak jawa di TNUK merupakan satu-satunya populasi yang secara potensial masih memungkinkan untuk diselamatkan dari kepunahan (Rhino Qolloquium, 1993) melalui upaya serius dari seluruh pihak. Badak jawa (Rhinoceros sondaicus, Desmarest 1822) merupakan salah satu mamalia terlangka di dunia yang kelestarian populasinya di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menjadi perhatian seluruh dunia.  Populasi badak jawa di TNUK berdasarkan hasil Video Trapping yang dilakukan oleh tim monitoring badak jawa BTNUK tahun 2012 hanya ditemukan minimal 51 individu yang dipastikan berbeda dengan jumlah jantan 29 ekor dan betina 22 ekor.

Last Updated on Wednesday, 31 July 2013 15:52 Read more...
 

Info Terkini

Friday, 07 January 2011 14:26 Admin TNUK
Print PDF

DESKRIPSI  PEMBANGUNAN

JAVAN  RHINO  STUDY AND CONSERVATION AREA

(Areal Studi  dan  Konservasi Badak Jawa)

DI  TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

KEMENTERIAN  KEHUTANAN

DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM

BALAI  TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Desember,   2012

I.  Latar Belakang

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan salah satu dari  lima taman nasional pertama di Indonesia  yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 284/Kpts-II/1992 dengan tujuan utama untuk melestarikan badak jawa (Rhinoceros sondaicus, Desmarest 1822).  TNUK mempunyai luas 122.956 ha yang terdiri dari 78.619 ha daratan dan 44.337 ha perairan laut  terletak  di Kabupaten Pandeglang Propinsi Banten.

Last Updated on Wednesday, 31 July 2013 15:51 Read more...
 


the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 55 guests online

Pengunjung

852318
Hari IniHari Ini67
KemarinKemarin654
Minggu IniMinggu Ini721
Bulan IniBulan Ini11074
SemuaSemua852318