Memperingati Hari Bumi

Wednesday, 18 May 2011 14:40 Admin TNUK
Print

AKSI KONSERVASI DUGONG

DALAM RANGKA PERINGATAN HARI BUMI

 

Dalam rangka peringatan Hari Bumi pada tanggal 22 April 2011, dilakukan Konservasi Dugong dan habitatnya di perairan laut Pulau Panaitan dan Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon. Dugong merupakan salah satu fauna laut yang dilindungi, dan jenis mamalia laut ini masuk dalam kategori langka menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan hewan yang dibatasi penangkapannya oleh Convention on International Trade of Endangered Species (CITES).

Kegiatan peringatan Hari Bumi dilaksanakan Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama mitranya Journalist Diver, PT.Wana Wisata Alam Hayati, Yayasan Badak Indonesia, dan Asia Pulp and Paper.Dalam acara ini, para penyelam dari Journalist Divers , Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan para undangan (sekitar 70 orang) berkunjung dan memperingati Hari Bumi tersebut pada tanggal 21-23 April 2011. Sebanyak 30 penyelam dari wartawan ANTV,  Trans TV, Trans 7, TV One, METRO TV, Indosiar, Kompas, Warta Kota, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Tempo, Tabloid/Majalah, dan Kabar Banten melakukan aksi penanaman Lamun (sea grass) serta melakukan observasi dan seleksi areal-areal padang lamun yang kritis dan pengambilan sejumlah lamun dari areal-areal yang padat populasi lamun. Melalui  aksi penanaman lamun pada areal-areal kritis perairan laut Pulau Panaitan diharapkan dapat memulihkan habitat satwa Dugong. Dalam acara tersebut hadir pula Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Departemen Kehutanan, POLRES, dan staf  TNI Angkatan Laut.
Kegiatan peringatan Hari Bumi dalam bentuk aksi konservasi dugong ini merupakan bentuk aktualisasi kesamaan persepsi akan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dari semua pihak untuk menanggulangi krisis ekosistem Lamun di daerah perairan laut/pesisir, sekaligus sebagai usaha melindungi dan melestarikan hewan langka Dugong (Duyung/Sapi Laut) lewat gerakan penanaman Lamun di perairan atau pesisir di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam perlindungan jenis satwa Dugong dan habitat lautnya,

Dalam rangka peringatan Hari Bumi pada tanggal 22 April 2011, dilakukan Konservasi Dugong dan habitatnya di perairan laut Pulau Panaitan dan Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon. Dugong merupakan salah satu fauna laut yang dilindungi, dan jenis mamalia laut ini masuk dalam kategori langka menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan hewan yang dibatasi penangkapannya oleh Convention on International Trade of Endangered Species (CITES).

Kegiatan peringatan Hari Bumi dilaksanakan Balai Taman Nasional Ujung Kulon bersama mitranya Journalist Diver, PT.Wana Wisata Alam Hayati, Yayasan Badak Indonesia, dan Asia Pulp and Paper.Dalam acara ini, para penyelam dari Journalist Divers , Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan para undangan (sekitar 70 orang) berkunjung dan memperingati Hari Bumi tersebut pada tanggal 21-23 April 2011. Sebanyak 30 penyelam dari wartawan ANTV,  Trans TV, Trans 7, TV One, METRO TV, Indosiar, Kompas, Warta Kota, Bisnis Indonesia, Media Indonesia, Tempo, Tabloid/Majalah, dan Kabar Banten melakukan aksi penanaman Lamun (sea grass) serta melakukan observasi dan seleksi areal-areal padang lamun yang kritis dan pengambilan sejumlah lamun dari areal-areal yang padat populasi lamun. Melalui  aksi penanaman lamun pada areal-areal kritis perairan laut Pulau Panaitan diharapkan dapat memulihkan habitat satwa Dugong. Dalam acara tersebut hadir pula Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Departemen Kehutanan, POLRES, dan staf  TNI Angkatan Laut.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dalam bentuk aksi konservasi dugong ini merupakan bentuk aktualisasi kesamaan persepsi akan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dari semua pihak untuk menanggulangi krisis ekosistem Lamun di daerah perairan laut/pesisir, sekaligus sebagai usaha melindungi dan melestarikan hewan langka Dugong (Duyung/Sapi Laut) lewat gerakan penanaman Lamun di perairan atau pesisir di Pulau Panaitan, Taman Nasional Ujung Kulon. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam perlindungan jenis satwa Dugong dan habitat lautnya.

 

Para penyelam Balai TNUK sedang mempersiapkan bibit dan spot tanam lamun

pada tanggal 21 April 2011

 

Direktur PJLKKHL memberikan kata sambutan

dalam acara pembukaan Kegiatan Peringatan Hari Bumi 2011 di Pulau Panaitan

 

Panitia dan para peserta kegiatan Penanaman Lamun peringatan Hari Bumi 2011

 

 

 

 

Last Updated on Thursday, 26 May 2011 12:32