Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home

Stakeholder Workshop I

Wednesday, 15 August 2012 10:16 Admin TNUK
Print PDF

Stakeholder Workshop I

PENGUATAN JEJARING KERJA PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

Dalam rangka penguatan jejaring kerja pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon, maka dilaksanakan Stakeholder Workshop I Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Workshop tersebut dimaksudkan sebagai media komunikasi dan koordinasi sehingga dapat dilakukan upaya integrasi dan sinkronisasi program kerja para pihak di Taman Nasional Ujung Kulon. Stakeholders workshop I diikuti oleh Dishutbun Provinsi Banten, Disbudpar Provinsi Banten, Dishutbun Kab. Pandeglang, Disbudpar Kab. Pandeglang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang, WWF Indonesia, Yayasan Badak Indonesia (YABI), Pokja Aksi Konservasi Badak Jawa, PT. Cibaliung Sumberdaya, Pulau Umang Resort, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, PHRI Kabupaten Pandeglang, serta staf BalaiTaman Nasional Ujung Kulon.

Read more...
 

Fasilitasi Pelatihan SIM RBM

Friday, 13 July 2012 13:46 Admin TNUK
Print PDF

SIARAN PERS

 

FASILITASI PELATIHAN SIM RESORT BASED MANAGEMENT MELALUI INHOUSE TRAINING

DI TINGKAT LAPANGAN DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON


Carita (6/7/2012) – Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung (KKBHL) memfasilitasi pelatihan SIM Resort Based Managemen melalui kegiatan inhouse training di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada tanggal 4 sd 6 Juli 2012 di Cottage Desiana Carita, sebanyak 45 peserta dari 3 UPT PHKA mengikuti kegiatan ini, terdiri dari  36 peserta dari BTNUK, 5 orang peserta dari BTN. Kepulauan Seribu dan 4 orang peserta dari Balai Besar KSDA Jabar, melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengidentifikasi dan menganalisis data secara spasial sebagai tindakan prioritas jangka pendek, sekaligus untuk memotivasi semangat kerja petugas resort dan membantu mengatasi kesulitan yang sering terjadi di lapangan. Sehingga output dari kegiatan ini diharapkan para peserta mampu mengisi tallysheet, menggunakan GPS dengan baik dan optimal serta dapat mengimplementasikan sistem RBM secara berkala di setiap unit pengelolaan taman nasional.

Last Updated on Monday, 16 July 2012 13:36 Read more...
 

Pameran Deep And Extreme 2012

Wednesday, 11 April 2012 11:07 Admin TNUK
Print PDF


Dalam rangka mempromosikan potensi ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon kepada public, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah berpartisipasi pada Pameran Deep and Extreme 2012 bersama-sama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. Pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan dan Persatuan Olah Raga Selam Indonesia (PORSI) pada tahun 2012 mengambil Tema Familly Go Adventure. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2012 sampai dengan 1 April 2012 di JCC Senayan – Jakarta.
Pameran di buka secara langsung oleh Marie Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan di iringi oleh tarian asli betawi. Beberapa peserta baik dari instansi pemerintah maupun pihak swasta ikut serta untuk mempromosikan daerah wisatanya masing-masing, selain itu ada juga beberapa vendor penyedia peralatan menyelam, peralatan hiking dan juga peralatan untuk wisata bahari.
Jumlah stand yang ikut dalam pameran ini kurang lebih sebanyak lima puluh stand, pameran ini setiap harinya dipadati oleh para pengunjung yang dengan antusias ingin mendapatkan informasi mengenai tempat wisata untuk berlibur atau membeli peralatan menyelam dan hiking, kegiatan pameran diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada publik mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia dan untuk memudahkan para pecinta menyelam dan hiking untuk mencari peralatan yang dibutuhkan. Acara penutupan dilakukan pada hari minggu sore tanggal 1 April 2012.

PAMERAN DEEP AND EXTREME INDONESIA 2012


Dalam rangka mempromosikan potensi ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon kepada public, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah berpartisipasi pada Pameran Deep and Extreme 2012 bersama-sama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. Pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan dan Persatuan Olah Raga Selam Indonesia (PORSI) pada tahun 2012 mengambil Tema Familly Go Adventure. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2012 sampai dengan 1 April 2012 di JCC Senayan – Jakarta.

Last Updated on Wednesday, 11 April 2012 12:09 Read more...
 

Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala BTNUK

Monday, 12 March 2012 16:04 Admin TNUK
Print PDF

 

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Bertempat di Aula Hotel Wira Carita, kemarin Senin (12/3/2012) telah dilakukan acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon antara Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc  dengan Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Acara tersebut disaksikan oleh Muspika lingkup Kecamatan Cimanggu dan Sumur, Instansi terkait dan Mitra kerja Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan seluruh Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon serta Ibu-ibu Perwita Kencana Balai Taman Nasional Ujung Kulon.
Keluarga Besar Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang diwakili oleh Ir. Didi Subandidinata (Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Pulau Panaitan) dalam sambutan kesan pesannya mengucapkan selamat atas dilantiknya Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si sebagai Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Terima kasih kepada Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc atas bimbingan, arahan, dan dorongannya selama menjabat Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan selamat bertugas di  yang baru yaitu sebagai Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Semoga di tempat tugas baru, Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc senantiasa mendapat perlindungan, kesehatan serta ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Terima kasih Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc dan selamat datang Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Semoga Balai Taman Nasional Ujung Kulon di masa mendatang semakin maju dan membawa manfaat bagi kepentingan konservasi dan masyarakat sekitarnya.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT

KEPALA BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

Bertempat di Aula Hotel Wira Carita, Senin (12/3/2012) telah dilakukan acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon antara Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc  dengan Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Acara tersebut disaksikan oleh Muspika lingkup Kecamatan Cimanggu dan Sumur, Instansi terkait dan Mitra kerja Balai Taman Nasional Ujung Kulon, seluruh Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon serta Ibu-ibu Perwita Kencana Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 09:50 Read more...
 

Pengelolaan Populasi Rusa di Taman Nasional Ujung Kulon

Wednesday, 07 March 2012 08:47 Admin TNUK
Print PDF

 

EXECUTIVE SUMMARY
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi rusa timor di Pulau Peucang dan Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon beserta nilai manfaat rusa bagi lingkungan dan kemungkinan pemanfataannya. Hasil kegiatan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan strategi pengelolaan populasi rusa timor di Taman Nasional Ujung Kulon.
Metode yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi populasi rusa di Pulau Peucang adalah dengan metode konsentrasi pada wilayah konsentrasi populasi di pulau tersebut yaitu pengambilan data dilakukan dengan metode kelimpahan titik (Point of Abundance) pada 16 titik. Inventarisasi di Pulau Panaitan dilakukan dengan menggunakan metode jalur transek dengan panjang transek 1,5 Km dan lebar 80 m. Penempatan jalur transek untuk wilayah Legon Butun dengan model jari-jari dan pada wilayah lainnya dengan model jalur sejajar yang dimulai dari garis pantai ke arah sentrifugal. Jenis data yang dicatat yaitu jumlah individu rusa, jensi kelamin dan kelas umur. Untuk mengetahui sebaran populasi rusa dilakukan pencatatan koordinat kehadiran rusa yang kemudian di up-load pada peta lokasi kegiatan.
Ukuran populasi rusa di Pulau Peucang hasil sensus sebesar 49 individu, dan dugaan ukuran populasi dengan metoda titik kelimpahan sebesar 358 ± 44 individu, sedangkan dugaan ukuran populasi di Legon Butun Pulau Panaitan sebesar 40 ± 32 individu. Rusa di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dapat dimanfaatkan secara langsung diantaranya yaitu sebagai obyek wisata alam, penelitian, dan obyek foto hunting. Selain itu dalam rangka pengelolaan populasi, rusa-rusa ini perlu dipanen yang dapat digunakan sebagai bibit breeding stock yang nantinya dapat digunakan untuk mensuplai bibit bagi masyarakat yang berminat untuk melakukan penangkaran rusa.
Untuk pengamatan di masa mendatang disarankan agar mengetahui pergerakan rusa yang hidup di Pulau Peucang, sehingga dapat memperkirakan luasan habitat rusa yang sebenarnya. Atas dasar ini memudahkan dengan hasil yang lebih dipercaya dalam penghitungan ukuran populasinya. Sedangkan, untuk pelaksanaan kegiatan pendugaan populasi rusa di Pulau Panaitan sebaiknya dilakukan pada cuaca yang baik sehingga dapat memperbanyak sampling untuk meningkatkan keakuratan data.

EXECUTIVE SUMMARY

PENGELOLAAN POPULASI RUSA TIMOR DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.

Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 09:15 Read more...
 


Page 23 of 31
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 36 guests online

Pengunjung

115211
Hari IniHari Ini351
KemarinKemarin548
Minggu IniMinggu Ini1805
Bulan IniBulan Ini11203
SemuaSemua1152119