Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home

Pameran Deep And Extreme 2012

Wednesday, 11 April 2012 11:07 Admin TNUK
Print PDF


Dalam rangka mempromosikan potensi ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon kepada public, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah berpartisipasi pada Pameran Deep and Extreme 2012 bersama-sama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. Pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan dan Persatuan Olah Raga Selam Indonesia (PORSI) pada tahun 2012 mengambil Tema Familly Go Adventure. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2012 sampai dengan 1 April 2012 di JCC Senayan – Jakarta.
Pameran di buka secara langsung oleh Marie Elka Pangestu sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan di iringi oleh tarian asli betawi. Beberapa peserta baik dari instansi pemerintah maupun pihak swasta ikut serta untuk mempromosikan daerah wisatanya masing-masing, selain itu ada juga beberapa vendor penyedia peralatan menyelam, peralatan hiking dan juga peralatan untuk wisata bahari.
Jumlah stand yang ikut dalam pameran ini kurang lebih sebanyak lima puluh stand, pameran ini setiap harinya dipadati oleh para pengunjung yang dengan antusias ingin mendapatkan informasi mengenai tempat wisata untuk berlibur atau membeli peralatan menyelam dan hiking, kegiatan pameran diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada publik mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia dan untuk memudahkan para pecinta menyelam dan hiking untuk mencari peralatan yang dibutuhkan. Acara penutupan dilakukan pada hari minggu sore tanggal 1 April 2012.

PAMERAN DEEP AND EXTREME INDONESIA 2012


Dalam rangka mempromosikan potensi ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon kepada public, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah berpartisipasi pada Pameran Deep and Extreme 2012 bersama-sama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. Pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan dan Persatuan Olah Raga Selam Indonesia (PORSI) pada tahun 2012 mengambil Tema Familly Go Adventure. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2012 sampai dengan 1 April 2012 di JCC Senayan – Jakarta.

Last Updated on Wednesday, 11 April 2012 12:09 Read more...
 

Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala BTNUK

Monday, 12 March 2012 16:04 Admin TNUK
Print PDF

 

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Bertempat di Aula Hotel Wira Carita, kemarin Senin (12/3/2012) telah dilakukan acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon antara Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc  dengan Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Acara tersebut disaksikan oleh Muspika lingkup Kecamatan Cimanggu dan Sumur, Instansi terkait dan Mitra kerja Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan seluruh Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon serta Ibu-ibu Perwita Kencana Balai Taman Nasional Ujung Kulon.
Keluarga Besar Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang diwakili oleh Ir. Didi Subandidinata (Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Pulau Panaitan) dalam sambutan kesan pesannya mengucapkan selamat atas dilantiknya Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si sebagai Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Terima kasih kepada Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc atas bimbingan, arahan, dan dorongannya selama menjabat Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan selamat bertugas di  yang baru yaitu sebagai Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Semoga di tempat tugas baru, Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc senantiasa mendapat perlindungan, kesehatan serta ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Terima kasih Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc dan selamat datang Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Semoga Balai Taman Nasional Ujung Kulon di masa mendatang semakin maju dan membawa manfaat bagi kepentingan konservasi dan masyarakat sekitarnya.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT

KEPALA BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

Bertempat di Aula Hotel Wira Carita, Senin (12/3/2012) telah dilakukan acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon antara Bapak Ir. Agus Priambudi, M.Sc  dengan Bapak Dr. Ir. H. Moh. Haryono, M.Si. Acara tersebut disaksikan oleh Muspika lingkup Kecamatan Cimanggu dan Sumur, Instansi terkait dan Mitra kerja Balai Taman Nasional Ujung Kulon, seluruh Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon serta Ibu-ibu Perwita Kencana Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 09:50 Read more...
 

Pengelolaan Populasi Rusa di Taman Nasional Ujung Kulon

Wednesday, 07 March 2012 08:47 Admin TNUK
Print PDF

 

EXECUTIVE SUMMARY
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi rusa timor di Pulau Peucang dan Pulau Panaitan Taman Nasional Ujung Kulon beserta nilai manfaat rusa bagi lingkungan dan kemungkinan pemanfataannya. Hasil kegiatan ini, diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan strategi pengelolaan populasi rusa timor di Taman Nasional Ujung Kulon.
Metode yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi populasi rusa di Pulau Peucang adalah dengan metode konsentrasi pada wilayah konsentrasi populasi di pulau tersebut yaitu pengambilan data dilakukan dengan metode kelimpahan titik (Point of Abundance) pada 16 titik. Inventarisasi di Pulau Panaitan dilakukan dengan menggunakan metode jalur transek dengan panjang transek 1,5 Km dan lebar 80 m. Penempatan jalur transek untuk wilayah Legon Butun dengan model jari-jari dan pada wilayah lainnya dengan model jalur sejajar yang dimulai dari garis pantai ke arah sentrifugal. Jenis data yang dicatat yaitu jumlah individu rusa, jensi kelamin dan kelas umur. Untuk mengetahui sebaran populasi rusa dilakukan pencatatan koordinat kehadiran rusa yang kemudian di up-load pada peta lokasi kegiatan.
Ukuran populasi rusa di Pulau Peucang hasil sensus sebesar 49 individu, dan dugaan ukuran populasi dengan metoda titik kelimpahan sebesar 358 ± 44 individu, sedangkan dugaan ukuran populasi di Legon Butun Pulau Panaitan sebesar 40 ± 32 individu. Rusa di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dapat dimanfaatkan secara langsung diantaranya yaitu sebagai obyek wisata alam, penelitian, dan obyek foto hunting. Selain itu dalam rangka pengelolaan populasi, rusa-rusa ini perlu dipanen yang dapat digunakan sebagai bibit breeding stock yang nantinya dapat digunakan untuk mensuplai bibit bagi masyarakat yang berminat untuk melakukan penangkaran rusa.
Untuk pengamatan di masa mendatang disarankan agar mengetahui pergerakan rusa yang hidup di Pulau Peucang, sehingga dapat memperkirakan luasan habitat rusa yang sebenarnya. Atas dasar ini memudahkan dengan hasil yang lebih dipercaya dalam penghitungan ukuran populasinya. Sedangkan, untuk pelaksanaan kegiatan pendugaan populasi rusa di Pulau Panaitan sebaiknya dilakukan pada cuaca yang baik sehingga dapat memperbanyak sampling untuk meningkatkan keakuratan data.

EXECUTIVE SUMMARY

PENGELOLAAN POPULASI RUSA TIMOR DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

 

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu habitat alami rusa timor. Jenis satwa ini tersebar di Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan kepulauan Handeuleum. Dalam ekosistemnya rusa mempunyai peran penting diantaranya sebagai mangsa/pakan bagi predator (karnivora); sebagai herbivora rusa dapat turut serta dalam penyebaran biji yang tentunya akan berpengaruh dalam distribusi tumbuhan, selain itu juga dapat berperan dalam memelihara kelangsungan hidup tumbuhan melalui pagutannya dengan selalu meremajakan kembali individu tumbuhan yang dimakannya. Namun demikian, apabila ukuran populasi rusa lebih dari kapasitas habitatnya, maka pertumbuhan jenis tumbuhan pakannya akan terganggu, yang berakibat menurunnya daya dukung habitatnya. Dengan adanya penurunan daya dukung habitat tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup rusa itu sendiri. Oleh karena itu dalam pengelolaan populasi rusa diperlukan penanganan khusus terhadap ukuran (jumlah populasinya) berupa penaksiran populasinya maupun pemanenan secara lestari.

Last Updated on Wednesday, 07 March 2012 09:15 Read more...
 

Selamat Tahun Baru 2012

Saturday, 31 December 2011 21:32 Admin TNUK
Print PDF

Last Updated on Tuesday, 05 June 2012 10:12
 

Populasi Badak Jawa di TNUK

Saturday, 31 December 2011 08:26 Admin TNUK
Print PDF

 

SIARAN PERS
Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon
Jakarta, 29 Desember 2011
Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.
Informasi mengenai perkembangan dan jumlah populasi badak jawa menjadi sangat penting sebagai dasar pengelolaan. Akan tetapi kehidupan badak di habitatnya sendiri sulit dijumpai langsung. Disamping itu, sosok badak yang sifatnya individual atau soliter serta bergerak menyebar di habitatnya adalah kendala dalam inventarisasi populasi. Sejak tahun 1967 hingga 2008, Balai TNUK hanya dapat melakukan penghitungan populasi badak berdasarkan jejak dalam transek, dan hasil inventarisasi hanya perkiraan.
Pengelolaan konservasi badak jawa di Indonesia adalah meningkatkan populasi, disamping perluasan  habitat badak jawa dan kualitasnya yang memadai.  Sebagaimana diketahui, bahwa perkiraan populasi nya kecil (sekitar 50 ekor), dan strategi konservasi jenis satwa ini yang telah ditetapkan (Permenhut Nomor 43 tahun 2007) memiliki target jumlah individunya pada tahun 2015 dapat menjadi 70 – 80 ekor.
Guna memperoleh kapastian individu badak serta populasinya di TNUK, pada tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon menerapkan cara-cara baru dalam inventarisasinya. Video digunakan di lapangan, dengan menempatkannya pada setiap titik pengamatan  tiap blok di semenanjung Ujung Kulon selama 9 bulan. Hasil dari penggunaan video ini telah diketahui jelas masing-masing individu dan populasi badak jawa secara minimal yang masih hidup di TNUK, disampinga perilaku dan wilayah jelajah nya bisa dipelajari.
Selama proses kegiatan antara bulan Februari sampai dengan November 2011, diperoleh 427 klip video film badak jawa di habitat alaminya. Masing-masing klip diidentifikasi morfologi tubuhnya seperti bentuk telinga, bentuk dan tipe cula, ekor, lipatan leher, dan ciri khusus fisik tiap individu seperti luka dan cacat fisik, sehingga diipastikan individu-individu badak yang ada di lapangan. Proses identifikasi tersebut juga diperkuat dengan lokasi, frekuensi dan waktu individu badak jawa tersebut terekam oleh setiap video kamera.
Dari hasil identifikasi tersebut diperoleh hasil 35 individu badak jawa yang berbeda terekam oleh video kamera. Tiga puluh lima individu badak jawa yang teridentifikasi terdiri dari 22 individu badak jawa jantan dan 13 individu badak jawa betina. Pada tahun 2011, 5 individu badak jawa anak terekam yang terdiri dari tiga jantan dan satu  betina. Individu tersebut terekam pada bulan Maret, Juli dan Oktober di wilayah Citadahan, Cikeusik dan Cibandawoh.. Hal ini juga membuktikan bahwa badak jawa di TN.Ujung Kulon mengalami perkembangan.

SIARAN PERS

Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Jakarta, 29 Desember 2011


Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Last Updated on Wednesday, 04 January 2012 14:53 Read more...
 


Page 21 of 29
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 10 guests online

Pengunjung

107936
Hari IniHari Ini196
KemarinKemarin384
Minggu IniMinggu Ini196
Bulan IniBulan Ini4518
SemuaSemua1079362