Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita

PARTISIPASI BALAI TNUK PADA KEGIATAN INDOGREEN ENVIRONMENT FORESTRY EXPO TAHUN 2017

Monday, 17 April 2017 14:45 @NSA
Print PDF

Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengikuti the 9th IndoGreen Environment Forestry Expo 2017, yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta dari tanggal 13-16 April 2017. Acara pameran ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bapak Bambang Hendroyono. Pameran Indogreen kali ini diikuti oleh 98 peserta dengan 122 stand yang diisi oleh lembaga pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha bidang kehutanan, BUMN, dan lembaga-lembaga non pemerintah.

IndoGreen Environment & Forestry Expo 2017 (IEFE) merupakan pameran lingkungan dan kehutanan terbesar di Indonesia, sejak tahun 2009, yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerjasama dengan PT. Wahyu Promo Citra.

Last Updated on Monday, 17 April 2017 15:01 Read more...
 

KLHK Miliki Pilot Pesawat Microlight Trike Handal

Monday, 17 April 2017 09:17 @NSA
Print PDF

Banyak yang tidak tahu jika ternyata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki Pilot Pilot pesawat Microlight Trike handal. Ini karena memang pilot pilot itu sangat dibutuhkan untuk patroli pengamanan Hutan ataupun Taman Nasional yang sangat luas di Indonesia dan hebatnya ternyata KLHK merupakan satu satunya kementerian yang telah mensertifikasi pilot pilotnya sehingga laik terbang dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Untuk melatih para pilotnya KLHK melakukan kegiatan penyegaran dan uji terbang bagi pilot pesawat Microlight trike. Kegiatan yang diikuti oleh 14 orang ini berlangsung pada tanggal 3-12 April 2017 di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Last Updated on Monday, 17 April 2017 14:33 Read more...
 

Sosialisasi Pengelola Kawasan Ekosistem Esensial

Friday, 07 April 2017 10:38 @NSA
Print PDF

Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial di selenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Banten, pada hari Kamis, 06 April 2017 bertempat di Sofyan Inn Altama Hotel. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Dalam kegiatan tersebut, hadir para undangan yang diantaranya  dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Bappeda Kabupaten Pandeglang, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Lembaga Swadaya Masyarakat, penyuluh kehutanan serta para kader konservasi.

Dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon diundang sebanyak 8 (delapan) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang narasumber, 2 (dua) orang staff dan 5 (lima) orang kader konservasi,

Last Updated on Friday, 07 April 2017 11:26 Read more...
 

Another Lesson Learn To Conserve The Rhino

Friday, 07 April 2017 08:26 @NSA
Print PDF

KATHMANDU, KOMPAS.com - Para pegiat lingkungan, Senin (3/4/2017), menangkap seekor badak bercula satu yang langka di Nepal sebagai bagian dari upaya meningkatkan populasi hewan terancam punah itu. Untuk lebih lengkapnya silahkan buka Link :

Last Updated on Friday, 07 April 2017 08:43 Read more...
 

PENANAMAN TUMBUHAN PAKAN BADAK JAWA DALAM PROGRAM NEWTREES DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Tuesday, 04 April 2017 11:44 @NSA
Print PDF

Langkap (Arenga obtusifolia) merupakan tanaman sejenis palem-paleman yang menyebar dengan sangat cepat sehingga mengakibatkan kondisi ekosistem yang tidak dikehendaki di Semenanjung Ujung Kulon, khususnya karena daerah tersebut merupakan habitat badak jawa. Pertumbuhan langkap yang sangat cepat mengakibatkan terfragmentasinya habitat dan menurunkan keanekaragaman jenis tumbuhan pakan badak jawa.

Hasil pengamatan Hommel tahun 1987 menyebutkan bahwa langkap menyebar di beberapa lokasi meski tidak dominan (Citadahan, Cinogar, Cikendeng dan sebagian Telanca). Hasil penelitian dari tahun 1991-1995 menyatakan bahwa dominasi langkap ditemui di Cidaon, Cikuya dan Cibuniaga

Last Updated on Tuesday, 04 April 2017 16:21 Read more...
 


Page 4 of 26
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 89 guests online

Pengunjung

851018
Hari IniHari Ini411
KemarinKemarin505
Minggu IniMinggu Ini3043
Bulan IniBulan Ini9774
SemuaSemua851018