Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita LAUT DAN PANTAI BUKANLAH TEMPAT SAMPAH (Eps. 3 – Habis)

LAUT DAN PANTAI BUKANLAH TEMPAT SAMPAH (Eps. 3 – Habis)

Monday, 11 March 2019 15:22 @NSA
Print PDF

Pandeglang, 11 Maret 2019.
Turut berpartisipasi dalam Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019, Komunitas Perempuan Petualang Indonesia – Srikandi Nusantara bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah selesai melaksanakan kegiatan bersih pantai “Jelajah Rumah Badak & Bersih Pantai II”. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepekan dari tanggal 4 Maret hingga 10 maret 2019 di beberapa pantai kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan dukungan dari WWF Indonesia, PT Sinde , Yayasan Badak Indonesia, Garuda Nusantara, Komunitas Cula Satu, Matalensa Adv dan Ujungkulon Adv. Beberapa volunteer juga terlibat dalam kegiatan ini, antara lain Volunteer TN. Gunung Gede Pangrango, Pokdarwis Cimanggu, dan Pemuda Sumur Peduli.

 

Kegiatan yang melibatkan banyak pihak ini merupakan upaya menggalang dukungan dan penyadartahuan bahwa masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Aktivitas utama dalam kegiatan ini adalah bersih pantai yang dilaksanakan selama 5 hari di beberapa pantai kawasan TN. Ujung Kulon, yaitu Legon Pakis, Kalejetan, Karang Ranjang, Pulau Handeuleum, Pulau Peucang, Citelang, Jamang, Cidaon, Cibom, dan Tanjung Layar.

Selama 5 hari tim opsih telah beraktifitas dan bekerja dengan penuh semangat di bawah terik matahari dan sampah yang bertebaran di sepanjang pantai maupun di dalam hutan pantai. Sampah yang berhasil dikumpulkan merupakan sampah anorganik berupa botol plastik, sandal/karet, styrofoam, botol kaca, tali plastik/tambang dan jaring bekas. Sampah anorganik yang dikumpulkan kemudian dipilah, sampah plastik yang sudah tidak memungkinkan untuk di daur ulang, dibakar di tempat karena lokasi pantai yang sangat jauh dari pemukiman.

Sampah yang masih bisa didaur ulang dikumpulkan dan dimasukan dalam kantong untuk di olah lebih lanjut oleh Komunitas Cula Satu, salah satu volunteer yang terlibat dalam kegiatan opsih ini. Total sampah yang berhasil dikumpulkan selama opsih di pantai TN. Ujung Kulon adalah sebanyak 325 karung. Banyaknya sampah anorganik yang ditemukan di pantai kawasan TN. Ujung Kulon bukan berasal dari kunjungan wisatawan, tetapi lebih karena sampah limpasan yang terbawa ombak dari lautan.

Selain aktivitas opsih di pantai – pantai TN. Ujung Kulon, juga dilakukan penanaman 100 batang pohon butun di sekitar Blok Tanjung Alang – Alang yang hutan pantainya rusak akibat dihantam tsunami Desember 2018 silam. Penanaman pohon ini terasa masih sangat kurang tapi cukup berarti ditengah lahan yang menjadi sangat kritis akibat tsunami tersebut.


Kegiatan Jelajah Rumah Badak & Bersih Pantai II di akhiri dengan workshop tentang pengelolaan sampah yang di sampaikan oleh Teh Inuy (Siti Nuraeni) dari Zero Waste Bandung dan Bang Ciko Setiadi dari Wanadri. Workshop diikuti oleh tim opsih dengan sangat antusias dan menghasilkan komitmen pada setiap orang untuk berperan aktif dalam upaya pengurangan penggunaan produk yang menghasilkan sampah plastik, dan tetap berperan aktif dalam membantu upaya mengurangi dampak sampah pada wilayah pesisir. Dalam kesempatan ini Srikandi Nusantara menyerahkan sebuah alat untuk mengolah sampah organik kepada Komunitas Cula Satu, yang diharapkan bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

#KemenLHK
#DirjenKSDAE
#HPSN2019
#UjungKulonNationalPark
#SrikandiNusantara
#KCS
#PokdarwisBaralak

Last Updated on Monday, 11 March 2019 15:54
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 32 guests online

Pengunjung

112332
Hari IniHari Ini372
KemarinKemarin519
Minggu IniMinggu Ini2884
Bulan IniBulan Ini9336
SemuaSemua1123326