Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita KABAR DUKA DAN GEMBIRA DARI UJUNG KULON SIARAN PRESS KEMATIAN 1 EKOR BADAK JAWA – SAMSON, ID:037.2012 DAN KELAHIRAN 2 EKOR ANAK BADAK JAWA (INDUK : PURI ID : 013.2011 DAN DEWI ID : 004.2011) DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

KABAR DUKA DAN GEMBIRA DARI UJUNG KULON SIARAN PRESS KEMATIAN 1 EKOR BADAK JAWA – SAMSON, ID:037.2012 DAN KELAHIRAN 2 EKOR ANAK BADAK JAWA (INDUK : PURI ID : 013.2011 DAN DEWI ID : 004.2011) DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Thursday, 26 April 2018 19:32 @NSA
Print PDF

Pada hari Senin pagi tanggal 23 April 2018, petugas Balai TN. Ujung Kulon menemukan bangkai badak jawa jantan di pantai Karang Ranjang, Resort Karang Ranjang, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon yang masuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bangkai ditemukan dalam kondisi masih utuh, bercula dan lengkap. Setelah dilakukan proses identifikasi pada bangkai dan pencocokan dengan database badak jawa, dengan ciri khas robekan pada telinga sebelah kiri, diketahui bahwa badak yang mati tersebut bernama Samson (ID: 037.2012), dengan perkiraan umur lebih dari 30 tahun.

Pada hari Selasa tanggal 24 April 2018, Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon, melakukan

pendokumentasian dan penyelamatan cula serta bangkai agar tidak terbawa arus. Pada pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka akibat perburuan. Selanjutnya tim gabungan melakukan nekropsi dan pengambilan sampel (usus, otot jantung dan hati), untuk mengetahui penyebab kematian. Berdasarkan laporan sementara hasil nekropsi terhadap bangkai badak jawa tersebut, diperkirakan kematian kurang lebih 3 hari dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit infeksi dengan pathogen yang bersifat akut.

 

Berdasarkan hasil rekaman video trap bulan Februari 2018, diketahui terdapat 2 kelahiran anak badak jawa dengan induk bernama PURI (ID : 013.2011) yang diberi ID : 073.2018 ditemukan di Blok Rorah Bogo, dan dari induk yang bernama DEWI (ID : 004.2011) diberi ID : 074.2018, ditemukan di Blok Cikeusik, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon. Kedua anak badak jawa tersebut belum diberi nama.

Foto anak dari indukan PURI (ID : 013.2011) Foto anak dari indukan DEWI (ID : 004.2011) Badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) merupakan spesies langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Saat ini, populasi dan habitat alami satu-satunya badak jawa hanya dapat dijumpai di TN. Ujung Kulon yang berlokasi di ujung paling Barat Pulau Jawa, berada pada wilayah administratif Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Hasil monitoring populasi badak jawa pada tahun 2017, menyebutkan bahwa jumlah minimum badak jawa adalah 67 individu. Dengan kematian badak jawa Samson dan kelahiran 2 ekor anak badak jawa di TN. Ujung Kulon maka angka minimum populasi badak jawa di TN. Ujung Kulon berubah menjadi 68 individu.



Contact Person :

Ir. Wiratno, M.Sc

Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

HP : 082111738988; IG : inoengw.



Dr. U.Mamat Rahmat,S.Hut.,M.P

Kepala Balai TN. Ujung Kulon

HP. 087873417555, 081212817058 Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it



BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51 Labuan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

Telp. 0253-801731. Email. This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

www.ujungkulon.org

BACUSA (Badak Cula Satu) Call Center +62 8111238884

Last Updated on Thursday, 26 April 2018 20:00
the world heritage

 

 

contact tnuk



Kategori

We have 12 guests online

Pengunjung

107935
Hari IniHari Ini190
KemarinKemarin384
Minggu IniMinggu Ini190
Bulan IniBulan Ini4512
SemuaSemua1079356