Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PERINGATAN HARI BADAK SEDUNIA 2017 DI TN. UJUNG KULON

PERINGATAN HARI BADAK SEDUNIA 2017 DI TN. UJUNG KULON

Wednesday, 27 September 2017 09:32 @ANSA
Print PDF

Cilintang, 23 September 2017. Balai TN. Ujung Kulon mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Badak Sedunia (World Rhino Day - WRD) Tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 22 September 2017. Peringatan WRD 2017 di TN. Ujung Kulon mengambil tema “Di Ujung Cula Badak Jawa”. Tema ini menggambarkan kondisi kritis upaya konservasi badak jawa, namun seperti halnya di setiap ujung perjuangan akan selalu ada harapan untuk keberhasilan demikian pula dengan upaya konservasi badak jawa.

Pada puncak peringatan WRD 2017 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc, dilakukan release hasil monitoring badak jawa tahun 2016. Berdasarkan data hasil kamera trap, diketahui jumlah minimum badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon pada tahun 2016 sebanyak 67 individu, dengan komposisi

jenis kelamin 37 individu jantan dan 30 individu betina serta kelas umur anak 13 individu dan remaja-dewasa 54 individu. Rekaman keberadaan 4 individu anak badak jawa yang diduga lahir di tahun 2016 yang terdiri atas 2 individu jantan dan 2 individu betina menjadi berita gembira dan penyemangat penggiat konservasi ditengah upaya pelestarian badak jawa. Keempat anak badak jawa tersebut akan diberi nama Prabu, Manggala, Irna dan Mayang.

 

Lomba lintas alam “Jelajah Rumah Si Badak” dilakukan sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan WRD 2017 di TN. Ujung Kulon pada tanggal 22 – 23 September 2017. Lomba mengambil rute Cilintang – Seuseupan – Karang Ranjang – Cilintang sepanjang 15 km. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa pecinta alam sebanyak 17 regu. Penilaian lomba meliputi materi konservasi badak jawa, kepecintaalaman, kebersihan dan kekompakan serta kecepatan tim. Juara I diraih oleh Mapalaut Universitas Sultan Agung Tirtayasa Serang, Juara II oleh Mapala Krakatau Fakultas Teknik, Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Serang, dan Juara ke III diraih oleh Poltapala, Politeknik Negeri Lampung. Melalui kegiatan lomba lintas alam ini diharapkan dapat menyebarluasakan informasi konservasi badak jawa di kalangan mahasiswa pecinta alam.

Di lokasi puncak peringatan WRD 2017, Cilintang yang merupakan area terdekata dengan habitat badak jawa juga dilaksanakan pameran promosi kerja konservasi dan produk pemberdayaan masyarakat. Pameran ini bertujuan untuk mengenalkan upaya konservasi yang dilakukan oleh BAlai TN. Ujung Kulon dan mitra (WWF dan YABI) serta usaha ekonomi kreatif masyarakat yang berada di daerah penyangga kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan peringatan WRD 2017 diliput oleh media yang kemudian dilanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi wisata di TN. Ujung Kulon yaitu Pulau Handeuleumd dan Pulau Peucang.

Dirjen KSDAE berkesempatan untuk mengobrol santai di saung bamboo bersama para ketua kelompok masyarakat di sekitar kawasan TN. Ujung Kulon. Bapak Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa dalam bekerja, ada tiga prinsip yang wajib di lakukan yaitu iklas, semangat dan senang. Pada kesempatan yang sama, Dirjen KSDAE juga menandatangani role model untuk TN. Ujung Kulon, menerima bantuan video trap dari WWF Indonesia, serta melakukan penanaman tumbuhan pakan badak Kijahe. “From collective awareness to collective action” demikian pesan kesan Bapak Dirjen KSDAE sebelum meninggalkan panggung WRD 2017 di Cilintang TN. Ujung Kulon.

Last Updated on Wednesday, 27 September 2017 10:03
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 6 guests online

Pengunjung

884945
Hari IniHari Ini216
KemarinKemarin497
Minggu IniMinggu Ini2824
Bulan IniBulan Ini10905
SemuaSemua884945