Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PENANAMAN TUMBUHAN PAKAN BADAK JAWA DALAM PROGRAM NEWTREES DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

PENANAMAN TUMBUHAN PAKAN BADAK JAWA DALAM PROGRAM NEWTREES DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Tuesday, 04 April 2017 11:44 @NSA
Print PDF

Langkap (Arenga obtusifolia) merupakan tanaman sejenis palem-paleman yang menyebar dengan sangat cepat sehingga mengakibatkan kondisi ekosistem yang tidak dikehendaki di Semenanjung Ujung Kulon, khususnya karena daerah tersebut merupakan habitat badak jawa. Pertumbuhan langkap yang sangat cepat mengakibatkan terfragmentasinya habitat dan menurunkan keanekaragaman jenis tumbuhan pakan badak jawa.

Hasil pengamatan Hommel tahun 1987 menyebutkan bahwa langkap menyebar di beberapa lokasi meski tidak dominan (Citadahan, Cinogar, Cikendeng dan sebagian Telanca). Hasil penelitian dari tahun 1991-1995 menyatakan bahwa dominasi langkap ditemui di Cidaon, Cikuya dan Cibuniaga

selain lokasi yang telah disebutkan diatas (Haryanto, 1997). Sebaran langkap dari peta yang dibuat oleh Aaranyak (2008) mengungkapkan dominasi langkap di Cikeusik Barat, Hulu Cigenter dan Cikarang. Berdasarkan informasi dari hasil groundcek kerapatan dan sebaran langkap, telah ditentukan lokasi pengendalian langkap di 25 grid yang memiliki kerapatan tertinggi.

 

 

Kegiatan pengendalian langkap dilakukan bersama-sama antara Balai TN. Ujung Kulon dan WWF Ujung Kulon, dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan TN. Ujung Kulon dalam teknis pengendalian langkapnya. Pada lokasi pengendalian langkap, setelah langkap ditebang, maka akan diikuti dengan perlakukan penanaman tumbuhan pakan badak jawa dengan nama program NEWTrees. Penanaman tumbuhan pakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keragaman jenis pakan badak jawa sekaligus memberikan ruang gerak terbuka badak jawa dalam pemilihan sumber pakannya.

Lokasi kegiatan penanaman tumbuhan pakan badak jawa melalui program NEWTrees dilakukan di blok Cikarang, wilayah kerja Resort Citeulang seksi II PTN Wilayah Semenanjung Ujung Kulon yang merupakan habitat badak jawa di TN. Ujung Kulon. NEWTrees merupakan cara inovatif bagi perusahaan dan individu yang ingin terlibat dalam penanaman pohon dikawasan taman nasional maupun hutan lindung.

Pada bulan Februari 2017 tahap pertama proses penanaman pakan badak jawa melalui program NEWTrees telah selesai dilakukan dengan total luasan 7 (tujuh) Ha. Bibit yang ditanam mencapai 1.164 batang, yang terdiri dari jenis-jenis tumbuhan pakan badak jawa antara lain: putat (Planchhonia valida), kijahe (Cronton auypelas), kitanjung (Buchanania arborescens), kililin (Podocarpus amara), burung dahu, kitaneuh (Zanthoxylum (roxb) DC), kadongdong (Spondias dulcis), salam (Syzygium polyanthum), sigeung (Pentace polyantha).

Dalam program NEWTress, pohon-pohon secara individual diberi label Geotags (pelabelan pohon dengan garis lintang dan garis bujur/koordinat lokasi yang tepat) yang di-upload pada Google Earth, Yahoo Map atau www.wwf.or.id/newtrees. Monitoring pertumbuhan pohon yang ditanam dilakukan setiap 2 (dua) bulan sekali, sedangkan pengambilan foto pertumbuhan pohon dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali dengan menampilkan informasi tinggi, diameter dan titik koordinat pohon. Dengan demikian para donator atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dalam upaya peningkatan kualitas habitat badak jawa melalui program penanaman tumbuhan pakan badak jawa di TN. Ujung Kulon dapat memonitor dan mengawasi secara langsung proses pertumbuhan pohon tersebut melalui akses di http://map/newtrees.org.

Last Updated on Tuesday, 04 April 2017 16:21
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 17 guests online

Pengunjung

824039
Hari IniHari Ini53
KemarinKemarin539
Minggu IniMinggu Ini592
Bulan IniBulan Ini11962
SemuaSemua824039