Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita KUNJUNGAN KEPALA BADAN LITBANG KEMENTERIAN KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KE TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

KUNJUNGAN KEPALA BADAN LITBANG KEMENTERIAN KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KE TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Tuesday, 14 March 2017 09:52 @NSA
Print PDF

Pada hari Jumat, tanggal 10 Maret 2017, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan KLHK Dr. Henry Bastaman, M.ES. didampingi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim Balitbang Inovasi KLHK, Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc., berkunjung ke kawasan Taman National Ujung Kulon untuk melihat kegiatan patroli dan pengamatan badak jawa secara langsung.

Beliau dan rombongan didampingi Kepala Balai TN. Ujung Kulon Dr. U. Mamat Rahmat, S.Hut., MP pada hari Jumat pagi langsung berangkat ke Pulau Handeuleum menggunakan kapal patroli mitra YABI. Di atas kapal, disuguhkan menu khas lapangan MIDOGJO, yang merupakan singkatan dari mie, endog (telor) dan  kejo (nasi) ditemani teh dan kopi dalam cangkir plastik.

Sesampainya di Pulau Handeuleum, rombongan Kabadan Litbang menikmati dan mengabadikan keindahan pulau tersebut. Di pulau tersebut terdapat wisma tamu dengan arsitektur bangunan warisan jaman Belanda yang menarik untuk diamati, selain kehadiran beberapa satwa liar seperti rusa, monyet dan burung merak.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berkano menyusuri sungai Cigenter. Daerah Cigenter merupakan salah satu kantong habitat badak jawa. Disepanjang Cigenter, disuguhi dengan keindahan alam dan suara burung. Tidak lupa, ular piton yang bergelatungan di dahan pohon yang menjulur ke atas sungai. "Sungguh pengalaman yang luar biasa" ucap Dr. Bambang.

Turun dari berkano di Cigenter, petualangan dilanjutkan dengan trekking ke habitat badak jawa. Sepanjang perjalanan dijumpai berbagai jejak satwa seperti banteng, rusa, babi dan tentu saja jejak badak yang masih baru.
Di sebuah kubangan yang biasa digunakan badak untuk berkubang, Daryan, salah seorang PEH di BTNUK sekaligus kanit tim Rhino Monitoring Unit (RMU) menjelaskan cara pemasangan video trap untuk monitoring badak jawa. Video trap ini dilengkapi dengan sinar inframerah sehingga dapat merekam dengan baik pada malam hari. Kabadan Litbang KLHK Dr. Henry Bastaman, M.ES. memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya-upaya konservasi yang dilakukan di lapangan dan beliau juga menyampaikan bahwa PEH merupakan ujung tombak kegiatan teknis di masing-masing UPT seperti di kawasan taman nasional.

Menyambung hal tersebut, Dr. Bambang Supriyanto menyampaikan bahwa kemitraan dalam upaya pelaksanaan pengelolaan badak jawa sangat diperlukan, seperti pelibatan mitra YABI dalam patroli keamanan di habitat badak jawa. Lebih lanjut beliau  menyampaikan kebanggannya menjadi manusia yang menggagumi ciptaan Allah yang tersisa "the last javan rhino at Ujung Kulon National Park".

Ayoo ke taman nasional....

#UjungKulonNationalPark
#badakjawa
#javanrhino

Last Updated on Tuesday, 14 March 2017 10:19
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 30 guests online

Pengunjung

809716
Hari IniHari Ini269
KemarinKemarin371
Minggu IniMinggu Ini2057
Bulan IniBulan Ini11926
SemuaSemua809716