Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita SEMINAR DESA KONSERVASI DAN PENYERAHAN MoU ANTARA PEMDA PANDEGLANG DENGAN WWF UJUNG KULON

SEMINAR DESA KONSERVASI DAN PENYERAHAN MoU ANTARA PEMDA PANDEGLANG DENGAN WWF UJUNG KULON

Friday, 03 March 2017 08:38 @NSA
Print PDF

Kawasan TN. Ujung Kulon merupakan habitat dari badak jawa yang merupakan spesies dengan kategori terancam punah (critically endangered). TN. Ujung Kulon terletak  di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, berbatasan dengan 19 desa (14 desa berbatasan langsung dan 5 desa berdekatan). Pembangunan wilayah pedesaan yang berdekatan dengan kawasan konservasi memiliki karakter yang berbeda. Potensi konflik pemanfaatan sumberdaya alam merupakan tantangan yang dihadapi oleh Balai TN. Ujung Kulon dan juga Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang.


WWF Indonesia telah memulai kerjanya di Kabupaten Panddeglang dalam konteks upaya konservasi badak jawa. Dalam perkembangannya, pendekatan konservasi yang dilakukan oleh WWF juga mengakomodir kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan TN. Ujung Kulon dengan mengacu pada konsep pembangunan berkelanjutan. Dalam melaksanakan program-programnya, WWF bersinergi dengan semua pihak antara lain Balai TN. Ujung Kulon, Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dan masyarakat desa di daerah penyangga kawasan TN. Ujung Kulon.
WWF Indonesia bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang telah menjalin kerjasama pada tahun 2011 yang tertuang dalam Nota Kesepahaman tentang Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Sumberdaya Alam Hayati di Kabupaten Pandeglang, yang telah di perpanjang pada tahun 2017. Untuk mensosialisasikan perpanjangan Nota Kesepahaman tersebut maka dilakukan kegiatan seminar dengan tema “Mewujudkan Desa Konservasi Sebagai Strategi Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Desa”.
Seminar Desa Konservasi dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2017 bertempat di Pendopo Kabupaten Pandeglang.
Seminar dengan tema “Mewujudkan Desa Konservasi Sebagai Strategi Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Desa” dilaksanakan dengan mengundang 5 orang pemateri sebagai berikut :
dari Dirjend Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Masyarakat Desa dengan judul “Arah dan Bentuk Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa”. Disampaikan oleh Direktur Pendayagunaan Sumberdaya Alam dan Teknologi Tepat Guna Dr. Suprapedi, M.Eng, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan dengan judul “Pemanfaatan Kawasan Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat”, disampaikan oleh Direktur Kemitraan Lingkungan Ir. Erna Rosdiana, M.Si,
c.    Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang dengan judul “Kebijakan dan Program Kabupaten Pandeglang tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan”, disampaikan oleh Sekreatriat Bappeda.
d.    Pietra Wiedadi dari WWF Indonesia dengan judul “Model Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Konservasi”.
e.    Jaringan Penggerak Masyarakat Desa Kawasan Penyangga TNUK dengan judul “Peran Serta  Masyarakat dalam Pembangunan Desa”.

Program kerja di Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang sekaligus merupakan peluang untuk mensinergikan dengan program Balai TNUK antara lain:
a.    Pengembangan Jaringan Komunikasi Wiradesa
b.    Pengembangan Lumbung Ekonomi Desa
c.    Pengembangan Budaya Desa

Peluang untuk mensinergikan program dengan Direktorat Kemitraan Lingkungan terkait pemberdayaan masyarakat/kelompok usaha ekonomi di desa binaan, meliputi :
a.    Pengembangan jaringan pemasaran melalui display produk-produk pemberdayaan masyarakat di toko/ruang display produk pemberdayaan masyarakat yang ada di Gedung Manggala.
b.    Kerjasama dengan perusahaan-perusahaan (melalui CSR perusahaan) untuk kegiatan pengembangan kapasitas kelompok masyarakat di desa binaan.

Sehingga dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN. Ujung Kulon, khususnya di desa binaan maka Balai TN. Ujung Kulon pelu menjalin koordinasi dan kerjasama dengan Direktorat Kemitraan Lingkungan untuk memperluas jejaring kerja (selain dengan Direktorat Kawasan Konservasi).

Last Updated on Tuesday, 14 March 2017 09:51
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 62 guests online

Pengunjung

782118
Hari IniHari Ini214
KemarinKemarin516
Minggu IniMinggu Ini1597
Bulan IniBulan Ini14141
SemuaSemua782118