PERTEMUAN FORUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KEHUTANAN SE-INDONESIA 2017

Monday, 13 February 2017 09:08 @NSA
Print

PERTEMUAN FORUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KEHUTANAN SE-INDONESIA   Hari / Tanggal	: Jumat, 27 Januari 2017 Waktu		: 10.00 – 11.00 WIB  Tempat		: Ruang Rapat BTNUK Peserta 	: Daftar hadir terlampir   Sambutan Kepala Balai TN. Ujung Kulon : 1.	Menyampaikan gambaran umum mengenai kawasan TN. Ujung Kulon dan memperkenalkan para Kepala SPTN dan staf lingkup Balai TN. Ujung Kulon. 2.	Perubahan mindset bahwa kekayaan alam bukan merupakan warisan kita kepada anak cucu melainkan titipan anak cucu kita, sehingga menjadi kewajiban kita untuk menjaga alam dan lingkungan dengan baik.  Perwakilan Forum SMK Kehutanan se-Indonesia (Bapak Susilo dari SMK 3 Pandeglang) : 1.	Saat ini ada kegiatan di Pusdiklat Bogor terkait pelatihan guru-guru SMK Kehutanan se-Indonesia dalam rangka peningkatan kompetensi keahlian. 2.	Rombongan terdiri dari Staf Pusdiklat Bogor dan perwakilan dari beberapa kepala SMK Kehutanan di Indonesia. 3.	Sesuai dengan instruksi Presiden RI, maka kedepannya kurikulum untuk SMK di Indonesia akan lebih banyak pada praktek yang mencapai 70% dan sisanya pemberian materi sebesar 30%. 4.	Selain hal tersebut di atas, SMK juga diarahkan untuk meningkatkan jejering kerja dan kompetensi keahlian dari siswa/siswi yang dihasilkan. Jejering kerja dengan mitra dimaksudkan sebagai lokasi praktek/magang dan juga diharapkan dapat menampung sebagian lulusan, seperti saat ini sedang menyiapakan SDM untuk KPH.  5.	Secara rutin, SMK Kehutanan menyelenggarakan kegiatan Jambore Konservasi untuk meningkatkan jejering kerja dan kemampuan para siswa/siswi SMK Kehutanan Se-Indonesia. Sebelumnya kegiatan Jambore Konservasi tingkat SMK Kehutanan se-Indonesia diadakan di Batu Raden, tahun ini jika memungkinan dapat dilakukan di kawasan TN. Ujung Kulon.  Perwakilan dari Pusdiklat Bogor (Ibu RitaWidaningsih) : 1.	Perlu di informasikan bahwa terdapat 5 (lima) SMK Kehutanan yang menjadi binaan di bawah KLHK, yaitu SMK di Pekanbaru, Samarinda, Kadipaten, Makasar dan Manokwari. Selain ke lima SMK Kehutanan tersebut masih ada beberapa SMK Kehutanan di Indonesia, antara lain di Siak, Garut, NTT, Sulawesi Selatan, Rangkas Bitung, Pandeglang, Bogor, Tuban, Mojokerto, dan lain sebagainya. 2.	Kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan salah satu upaya untuk membantu standarisasi pengajar serta memfasilitasi pelaksanaan ujian kompetensi untuk SMK Kehutanan. 3.	Ke depan diharapkan dapat lebih banyak menjalin kerjasama dengan mitra kerja dan atau UPT di KLHK sebagai lokasi praktek / magang dari siswa/siswi SMK Kehutanan.Pada  hari Jumat  27 Januari 2017 pukul 10.00 – 11.30 kami kedatangan tamu dari Forum Sekolah Menengah  Kejuruan Kehutanan Se-Indonesia , rombongan terdiri dari Staf Pusdiklat Bogor dan perwakilan dari beberapa kepala SMK Kehutanan di Indonesia . Rombongan langsung kami persilahkan masuk ke ruang Rapat untuk beramah tamah bersama Bapak Kepala Balai dan  para Kepala Urusan.
Ramah tamah dimulai dengan Pembukaan oleh Bapak Kepala Balai.
Bapak Kepala Balai menyampaikan gambaran umum mengenai kawasan TN. Ujung Kulon dan memperkenalkan para Kepala SPTN dan staf lingkup Balai TN. Ujung Kulon, Perubahan mindset bahwa kekayaan alam bukan merupakan warisan kita kepada anak cucu melainkan titipan anak cucu kita, sehingga menjadi kewajiban kita untuk menjaga alam dan lingkungan dengan baik.

Perwakilan Forum SMK Kehutanan se-Indonesia (Bapak Susilo dari SMK 3 Pandeglang) :
Sesuai dengan instruksi Presiden RI, maka kedepannya kurikulum untuk SMK di Indonesia akan lebih banyak pada praktek yang mencapai 70% dan sisanya pemberian materi sebesar 30%, Selain hal tersebut di atas, SMK juga diarahkan untuk meningkatkan jejering kerja dan kompetensi keahlian dari siswa/siswi yang dihasilkan. Jejering kerja dengan mitra dimaksudkan sebagai lokasi praktek/magang dan juga diharapkan dapat menampung sebagian lulusan, seperti saat ini sedang menyiapakan SDM untuk KPH, Secara rutin, SMK Kehutanan menyelenggarakan kegiatan Jambore Konservasi untuk meningkatkan jejering kerja dan kemampuan para siswa/siswi SMK Kehutanan Se-Indonesia. Sebelumnya kegiatan Jambore Konservasi tingkat SMK Kehutanan se-Indonesia diadakan di Batu Raden, tahun ini jika memungkinan dapat dilakukan di kawasan TN. Ujung Kulon.

Perwakilan dari Pusdiklat Bogor (Ibu RitaWidaningsih)  menyampaikan bahwa Perlu di informasikan bahwa terdapat 5 (lima) SMK Kehutanan yang menjadi binaan di bawah KLHK, yaitu SMK di Pekanbaru, Samarinda, Kadipaten, Makasar dan Manokwari. Selain ke lima SMK Kehutanan tersebut masih ada beberapa SMK Kehutanan di Indonesia, antara lain di Siak, Garut, NTT, Sulawesi Selatan, Rangkas Bitung, Pandeglang, Bogor, Tuban, Mojokerto, dan lain sebagainya.  Kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan salah satu upaya untuk membantu standarisasi pengajar serta memfasilitasi pelaksanaan ujian kompetensi untuk SMK Kehutanan. Ke depan diharapkan dapat lebih banyak menjalin kerjasama dengan mitra kerja dan atau UPT di KLHK sebagai lokasi praktek / magang dari siswa/siswi SMK Kehutanan.

Bapak Kepala Balai menanggapi bahwa Balai TN. Ujung Kulon terbuka dengan tawaran kerjasama karena selama ini juga kami telah menerima siswa/siswi untuk kegiatan magang/praktek kerja industri. Terkait penyelenggaraan kegiatan Jambore Konservasi , kami menyambut baik, hal tersebut akan sangat baik untuk memperkenalkan TN. Ujung Kulon.

Setelah selesai ramah tamah tamu rombongan langsung menuju Ke daerah Sumur untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Peucang

Last Updated on Tuesday, 14 March 2017 09:50