Indonesia International Work Camp di Taman Nasional Ujung Kulon

Tuesday, 31 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print

AKSI VOLUNTEERING DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Keberadaan taman nasional Ujung Kulon dengan hewan asli Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus desmares), sudah seharusnya didukung oleh masyarakat setempat yang tinggal di daerah yang mengelilinginya. ini sering kali terabaikan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya sebuah eksistensi taman nasional sebagai lembaga konservasi dan pelestarian alam,

serta karena alasan ekonomis masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional ujung kulon. Untuk mengatasinya perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dengan NGO (Non Governmental Organization) atau lembaga swadaya masyarakat melalui berbagai kerja sama.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bertujuan memberdayakan dan memajukan sumber daya manusia di daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, salah satunya dengan melibatkan IIWC (Indonesia International Work Camp) sebuah NGO yang bergerak dalam bidang volunteering (kerelawanan) internasional. Pada 2013 menjadi tahun pertama proyek kerelawanan antara IIWC dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan ini diwujudkan dalam kegiatan LMTV (Long and Middle Term Volunteering). Long Term Volunteering adalah sebuah program kerelawanan internasional yang dilakukan oleh relawan secara individual atau maksimal 3 orang relawan dalam 1 program dalam kurun waktu lebih dari   4-12 bulan. Sedangkan Middle Term Volunteering (MTV) merupakan program kerelawanan yang dilakukan oleh relawan secara individual atau maksimal 3 orang dalam kurun waktu 2 - 4 bulan.

Sebagai hasil dari Asia-Pacific World Heritage Regional Forum of Site Managers and Youth NGOs yang pertama diselenggarakan pada agustus 2012 di Korea Selatan, IIWC yang bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali Program Kader Konservasi Ujung Kulon yang sejalan dengan konsep Young Guardian in Action, dalam sebuah aksi kepemudaan sadar akan konservasi yang digagas IIWC sejak 2009 di situs World Heritage Site Candi Borobudur. Dalam kerjasama ini Balai Taman Nasional Ujung Kulon, tahun pertama kegiatan LMTV fokus pada dukungan untuk menghidupkan kembali Young Guardian Club (YGC), sebuah perkumpulan pemuda dalam aksi mendukung upaya Konservasi Sumberdaya Alam Hayati. Ini merupakan isu yang strategis di Daerah Penyangga Ujung Kulon, dimana mengikutsertakan partisipasi pemuda-pemudi setempat untuk menjaga dan melestarikan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan hutan dan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Ujung Kulon.

Selain mengaktifkan kembali kegiatan kepemudaan di Taman Nasional Ujung Kulon, relawan-relawan yang tergabung dalam LMTV dari IIWC ini juga melakukan berbagai aktivitas lain yang terkait dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Ujung Kulon. Dalam pembuatan dokumentasi-dokumentasi kegiatan dalam rangka memperkenalkan Taman Nasional Ujung Kulon ke dalam skup dunia yang lebih luas, dan melatih para petugas dan pemuda-pemudi setempat dalam kemampuan conversation berbahasa inggris sekaligus melatih kepercayaan diri berkomunikasi dengan para turis asing yang sudah mulai melirik Taman Nasional Ujung Kulon sebagai destinasi utama wisata alam dan obyek penelitian konservasi alam hayati.

Relawan (volunteer) terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini tehnik yang digunakan adalah soft communication yang diwujudkan dalam kegiatan penyuluhan, seperti ikut terlibat dalam komunitas lokal dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna memberikan  awareness atau penyadartahuan konservasi alam dan mengenalkan fungsi Taman Nasional. (Yoga Fernadez, Firmanto NS)

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 09:01