Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Indonesia International Work Camp di Taman Nasional Ujung Kulon

Indonesia International Work Camp di Taman Nasional Ujung Kulon

Tuesday, 31 March 2015 00:00 Admin TNUK
Print PDF

AKSI VOLUNTEERING DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Keberadaan taman nasional Ujung Kulon dengan hewan asli Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus desmares), sudah seharusnya didukung oleh masyarakat setempat yang tinggal di daerah yang mengelilinginya. ini sering kali terabaikan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya sebuah eksistensi taman nasional sebagai lembaga konservasi dan pelestarian alam,

serta karena alasan ekonomis masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional ujung kulon. Untuk mengatasinya perlu dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dengan NGO (Non Governmental Organization) atau lembaga swadaya masyarakat melalui berbagai kerja sama.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bertujuan memberdayakan dan memajukan sumber daya manusia di daerah penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, salah satunya dengan melibatkan IIWC (Indonesia International Work Camp) sebuah NGO yang bergerak dalam bidang volunteering (kerelawanan) internasional. Pada 2013 menjadi tahun pertama proyek kerelawanan antara IIWC dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Kegiatan ini diwujudkan dalam kegiatan LMTV (Long and Middle Term Volunteering). Long Term Volunteering adalah sebuah program kerelawanan internasional yang dilakukan oleh relawan secara individual atau maksimal 3 orang relawan dalam 1 program dalam kurun waktu lebih dari   4-12 bulan. Sedangkan Middle Term Volunteering (MTV) merupakan program kerelawanan yang dilakukan oleh relawan secara individual atau maksimal 3 orang dalam kurun waktu 2 - 4 bulan.

Sebagai hasil dari Asia-Pacific World Heritage Regional Forum of Site Managers and Youth NGOs yang pertama diselenggarakan pada agustus 2012 di Korea Selatan, IIWC yang bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon memiliki tujuan untuk menghidupkan kembali Program Kader Konservasi Ujung Kulon yang sejalan dengan konsep Young Guardian in Action, dalam sebuah aksi kepemudaan sadar akan konservasi yang digagas IIWC sejak 2009 di situs World Heritage Site Candi Borobudur. Dalam kerjasama ini Balai Taman Nasional Ujung Kulon, tahun pertama kegiatan LMTV fokus pada dukungan untuk menghidupkan kembali Young Guardian Club (YGC), sebuah perkumpulan pemuda dalam aksi mendukung upaya Konservasi Sumberdaya Alam Hayati. Ini merupakan isu yang strategis di Daerah Penyangga Ujung Kulon, dimana mengikutsertakan partisipasi pemuda-pemudi setempat untuk menjaga dan melestarikan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan hutan dan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Ujung Kulon.

Selain mengaktifkan kembali kegiatan kepemudaan di Taman Nasional Ujung Kulon, relawan-relawan yang tergabung dalam LMTV dari IIWC ini juga melakukan berbagai aktivitas lain yang terkait dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Ujung Kulon. Dalam pembuatan dokumentasi-dokumentasi kegiatan dalam rangka memperkenalkan Taman Nasional Ujung Kulon ke dalam skup dunia yang lebih luas, dan melatih para petugas dan pemuda-pemudi setempat dalam kemampuan conversation berbahasa inggris sekaligus melatih kepercayaan diri berkomunikasi dengan para turis asing yang sudah mulai melirik Taman Nasional Ujung Kulon sebagai destinasi utama wisata alam dan obyek penelitian konservasi alam hayati.

Relawan (volunteer) terlibat aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini tehnik yang digunakan adalah soft communication yang diwujudkan dalam kegiatan penyuluhan, seperti ikut terlibat dalam komunitas lokal dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna memberikan  awareness atau penyadartahuan konservasi alam dan mengenalkan fungsi Taman Nasional. (Yoga Fernadez, Firmanto NS)

Last Updated on Wednesday, 16 December 2015 09:01
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 69 guests online

Pengunjung

809720
Hari IniHari Ini273
KemarinKemarin371
Minggu IniMinggu Ini2061
Bulan IniBulan Ini11930
SemuaSemua809720