Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PRESS REALEASE HASIL MONITORING BADAK JAWA TAHUN 2013

PRESS REALEASE HASIL MONITORING BADAK JAWA TAHUN 2013

Thursday, 27 February 2014 11:28 Admin TNUK
Print PDF

SIARAN PERS

HASIL MONITORING BADAK JAWA TAHUN 2013,

PELUNCURAN TNUKPedia DAN PENGUKUHAN DUTA WISATA UJUNG KULON

Pandeglang, 26 Februari  2014

 

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) merupakan spesies paling langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).  Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES)  sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah  No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Informasi mengenai parameter demografi badak jawa menjadi sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan populasi satwa tersebut. Namun demikian kehidupan badak jawa di habitatnya sendiri sulit dijumpai secara langsung.  Disamping itu, sosok badak jawa yang sifanya cenderung soliter merupakan salah satu kendala dalam kegiatan inventarisasi.  Sejak tahun 1967 hingga 2008, monitoring populasi badak jawa  dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, yakni dengan  mengamati jejak kaki badak dan beberapa jenis temuan lainnya, seperti kotoran, urine, bekas tumbuhan yang dimakan, dan bekas gesekan pada batang pohon. Monitoring dilakukan oleh 15 tim yang bergerak pada 15  jalur/ transek yang mengarsir Semenanjung Ujung Kulon dari arah Selatan ke Utara.  Taksiran populasi badak jawa hasil monitoring masih sangat bias dan seringkali menjadi perdebatan publik.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, sejak tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon mulai menggunakan teknologi baru dalam melakukan monitoring badak jawa. Pada Tahun 2011 dan 2012 monitoring dilakukan dengan menempatkan 40 kamera video jenis Trophy camp merk Bushnell model 119405 dan model 119467 yang bekerja secara otomatis dengan sensor gerak pada lokasi yang sering  dikunjungi badak jawa.

Berdasarkan hasil identifikasi terhadap video klip badak jawa yang diperoleh, pada tahun  2011 ditemukan 35 individu badak jawa, yang terdiri dari 22 individu jantan dan 13 individu betina. Dari populasi tersebut terdapat 5 individu anak badak jawa (masih bersama induknya). Sedangkan hasil monitoring tahun 2012, ditemukan minimal 51 individu badak jawa, yang terdiri dari 29 individu jantan dan 22 individu betina. Dari populasi tersebut terdapat 8 individu anak badak jawa.

Pada tahun 2013 monitoring dilakukan dengan mengoperasikan 120 unit kamera video mulai bulan Maret sampai dengan Desember 2013. Dari pengoperasian kamera tersebut dihasilkan jumlah klip video badak jawa sebanyak 1660 klip, yang terdiri dari 1388 klip yang dapat diidentifikasi dan 272 klip tidak dapat diidentifikasi.

Berdasarkan identifikasi dengan menggunakan 8 parameter kunci pada morfologi  badak jawa (ukuran-bentuk dan posisi cula, kerut kulit di sekitar mata, kerut wajah, lipatan leher, posisi dan bentuk telinga, cacat, luka dan warna kulit) menghasilkan 60 individu badak jawa yang berbeda, yang terdiri dari 52 individu yang pernah terekam kamera pada tahun sebelumnya (2011 dan 2012) dan 8 individu  baru yang terekam kamera pada monitoring tahun 2013. Terdapat 5 individu badak jawa yang terekam kamera pada monitoring tahun sebelumnya (2011 dan 2012) dan tidak terekam kembali pada monitoring tahun 2013. Dari kelima individu tersebut, 2 individu diantaranya diduga mati (bernama  Sudara, ID: 009.2011 mati pada bulan Februari 2012 dan bernama Iteung, ID: 022.2011 mati pada bulan Juni 2013), sedangkan 3 individu lainnya diduga berada diluar lokasi pemasangan kamera video.

Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2013 minimum  terdapat 58 individu badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, yang terdiri dari 35 individu jantan dan 23 individu betina. Dari populasi tersebut terdapat 8 individu anak dan 50 individu remaja-dewasa. Hasil monitoring populasi badak jawa tahun 2013 disajikan pada tabel berikut.

Hasil Monitoring Populasi Badak Jawa Tahun 2013

No.

Kelas Umur

Jenis Kelamin

Jumlah

(individu)

Jantan (individu)

Betina (individu)

1.

Anak

5

3

8

2.

Remaja-dewasa

30

20

50

Jumlah

35

23

58

Berdasarkan data  tersebut maka sex ratio (perbandingan jumlah jantan dengan jumlah betina) badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon  adalah 35 : 23 atau 1 : 0,66.  Kondisi tersebut kurang ideal,  karena berdasarkan  beberapa literatur sex ratio satwa mamalia besar seperti badak jawa yang ideal adalah 1 : 4 (satu jantan banding empat betina).

Dari data tersebut dapat dihitung tingkat kelahiran (perbandingan  jumlah anak terhadap total individu)  adalah 8/58 atau 13,79%, sedangkan tingkat kematian (perbandingan  jumlah yang mati dengan  total individu) adalah 2/58 atau 3,45 %.  Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kelahiran secara alami badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon 4 kali lebih besar (13,79/3,45 = 4,0)  dibandingkan dengan tingkat kematiannya.  Dengan ratio tersebut menunjukan bahwa populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon masih mengalami perkembangbiakan secara alami dengan baik dan memberi harapan besar bagi keberlangsungan hidup satwa tersebut.

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan semangat untuk meningkatkan pelayanan kepada publik Balai Taman Nasional Ujung Kulon meluncurkan TNUKPedia, sebuah aplikasi mobile berbasis android yang berisi informasi mengenai potensi Taman Nasional Ujung Kulon. Penggunaan aplikasi mobile tersebut akan memberikan kemudahan kepada publik dalam mengakses informasi potensi (flora, fauna, objek wisata dll) Taman Nasional Ujung Kulon secara digital. Dengan diluncurkannya aplikasi mobile tersebut diharapkan menjadikan Ujung Kulon sebagai Taman Nasional Pintar Pertama.

Untuk mendukung pengembangan promosi ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon pada acara tersebut dikukuhkan Sdri. Siti Roifatul Roihah sebagai Duta Wisata Ujung Kulon yang merupakan perwakilan dari Paguyuban Kaka Teteh Pandeglang.

Contact Person :

1.

Dr. Ir. MOH. HARYONO, M.Si

2.

MUHIBAN, S.Hut

Kepala Balai TN. Ujung Kulon

Pengendali Ekosistem Hutan Muda

HP. 081311003930, Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

HP. 085216043786, Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51 Labuan, Pandeglang, Banten

Telp. 0253-801731 Fax. 0253-804651 Web.  www. ujungkulon.org

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Last Updated on Thursday, 27 February 2014 14:48
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 12 guests online

Pengunjung

809695
Hari IniHari Ini248
KemarinKemarin371
Minggu IniMinggu Ini2036
Bulan IniBulan Ini11905
SemuaSemua809695