Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita RHINO HEALTH UNIT

RHINO HEALTH UNIT

Wednesday, 08 January 2014 12:32 Admin TNUK
Print PDF

RHINO HEALTH UNIT

Pada tahun 1981 – 1982 lima ekor badak jawa diketemukan mati mendadak dan diduga karena penyakit menular (Septicemia epizootica dan Anthrax), kemudian pada tahun 2000 dan 2003, kembali terjadi kematian Badak Jawa yang juga diperkirakan Mati disebabkan oleh penyakit menular (Hariyadi et.al.2007),  terakhir 3 ekor mati pada tahun 2010, dan satu ekor tahun 2012 ditemukan sudah tinggal tulang belulang sehingga sulit diteliti penyebab kematiannya. Dengan semakin banyaknya jumlah populasi badak jawa yang mati karena penyebab kematiannya belum diketahui maka untuk mencapai konsep One Health , kesehatan yang satu , terutama kesehatan badak dan lingkungannya (manusia dan alam) yang  termonitor  secara baik dan berkelanjutan yang bertujuan untuk menghindari kematian badak  karena penyakit dan bahaya lain maka dibentuklah Tim Kesehatan Badak yang disebut dengan (Rhino Health Unit / RHU). Dalam mencapai sebuah kondisi dan situasi dimana dibentuknya Tim RHU.

Kematian Badak Jawa di Karang Ranjang tahun 1982

Kematian Badak Jawa di Karang Ranjang tahun 1982


Rhino Health Unit (RHU)  mempunyai Misi mencapai sebuah kondisi dan situasi dimana status penyakit pada satwa liar dipertimbangkan secara seimbang, dengan kepentingan dan tanggung jawab masyarakat termasuk kesehatan hewan ternak, keanekaragaman hayati kesehatan manusia serta kebutuhan akan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap interaksi manusia dengan satwa. Melalui pendekatan secara menyeluruh dan terkoordinasi antar / lintas lembaga pemerintahan dan pihak yang perduli akan kesehatan satwa liar , hewan ternak dan manusia maka dengan misi seperti yang di maksud diatas setidaknya Tim RHU mempunyai sasaran kegiatan secara umum untuk satu tahun pertama.

Dalam melakukan aktivitas Surveillance (pengawasan), memonitor dan memanage penyakit pada satwa liar terutama badak jawa maka setidaknya tim RHU memiliki tujuan untuk mengidentifikai dan memonitor baik penyakit infeksius maupun penyakit non infeksius di populasi – populasi satwa liar dan menggunakan informasi ini untuk pengambilan keputusan di tingkatan manajemen (Balai TNUK, Ditjen PHKA dan Dinas Peternakan). Untuk kegiatan yang akan dilaksanakan dalam melakukan aktivitas surveillance ini dilakukan pengawasan umum dan surveilans negative, analisa resiko / risk assessment penyakit – penyakit tertentu setelah kegiatan pengawasan umum terlaksana dan data terkumpul cukup, membangun komunikasi dengan para pihak terkait lembaga pemerintah, LSM, non formal serta penyadartahuan kepada public / masyarakat luas. Selain melakukan aktivitas Surveillance tim RHU juga melaksanakan respon tanggap darurat dengan tujuan menginvestigasi kejadian – kejadian baru kematian satwa liar di dalam kawasan. Kegitan yang dilakukan dalam melaksanakan respon tanggap darurat yaitu melakukan forensic patologi satwa liar (investigasi dari sudut pandang kesehatan dan hukum terpenuhi), melakukan investigasi lapangan ketika ada tanda – tanda lingkungan (habitat) terkontaminasi (racun, pestisida, zat-zat tertentu dari pertambangan, dll) dan melakukan riset –riset khusus sesuai kebutuhan dalam setiap kasus jika ditemukan kematian – kematian satwa.

 

Tim Rhino Health Unit

Tim Rhino Health Unit.

 


Last Updated on Wednesday, 08 January 2014 12:54
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 88 guests online

Pengunjung

837342
Hari IniHari Ini287
KemarinKemarin538
Minggu IniMinggu Ini3226
Bulan IniBulan Ini10836
SemuaSemua837342