Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Kami Juga Berhak Tahu

Kami Juga Berhak Tahu

Wednesday, 30 October 2013 00:00 Admin TNUK
Print PDF

Rabu pagi, 30 Oktober 2013, Hasan Sibti dan teman-temannya tampak bersemangat berdiri di depan kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Riuh canda tawa mewarnai aktivitas pagi di kantor yang biasanya tenang. Tiga puluhan anak berkebutuhan khusus memenuhi ruang Visitor Center dengan penuh semangat. Di bantu para guru pembimbing, petugas memperkenalkan potensi keanekaragaman hayati  dan keindahan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Anak-anak ini bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bahari, yang terletak di Perumahan Cipunten Agung, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bahari menerima siswa mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMU. Siswa berasal dari berbagai daerah antara lain Anyer, Carita, Pagelaran, Tarogong dan beberapa daerah lainnya di sekitar Labuan. Di sekolah ini, anak-anak berkebutuhan khusus seperti tuna grahita, tuna rungu, tuna netra, dan autis mendapatkan bimbingan dari para guru secara gratis.

Tidak mudah menyampaikan informasi mengenai badak jawa dan pendidikan lingkungan kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus. Materi harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa, terkadang dibantu para pembimbing/guru agar maksud dan tujuan materi benar-benar dapat dipahami oleh para siswa. Tidak hanya canda tawa dan tepuk tangan yang mewarnai penyampaian materi, tetapi juga hilir mudik anak-anak yang ingin melihat gambar-gambar atau benda lainnya dengan lebih dekat.

Selama penyampaian materi Hasan Sibti, siswa kelas XII, tampak tekun menyimak, sambil sesekali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan. Sibti merupakan  salah satu siswa penyandang tuna rungu dan wicara. Sibti telah bersekolah di SLB Bahari dari tahun 2004. Kemampuan Sibti terus berkembang sejak bersekolah di sekolah berkebutuhan khusus. Berbagai prestasi telah diraih oleh Sibti antara lain mewakilli Propinsi Banten dalam perlombaan IT Desain Graphis  tingkat nasional yang digelar di Bali pada tahun 2011. Pada tahun yang sama Sibti juga mengikuti jambore pramuka tingkat nasional yang dilaksanakan di Teluk Gelang, Ogan Komilir Ilir di Sumatera Selatan. Saat ini Sibti telah mampu berkomunikasi dengan orang yang normal dengan menggunakan bahasa bibir (oral), meski secara perlahan-lahan.

Selain Sibti, juga ada Puji Agnia penyandang tuna grahita yang berusia 8 tahun. Puji bersekolah sejak 2 tahun yang lalu. Sama seperti Sibti, kemampuan Puji pun berkembang lebih baik setelah bersekolah di SLB Bahari. Saat ini Puji sudah mampu mengenal huruf, bernyanyi, mengenali warna-warna dasar serta bermain bersama teman.

Baik Puji dan Sibti maupun siswa lainnya tampak bersemangat melihat gambar dan film, mendengarkan penjelasan serta aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh staf Balai. Pada kesempatan ini siswa SLB Bahari mendapatkan informasi mengenai badak jawa, misalnya bentuk morfologinya, jenis dan cara makan, aktivitas yang dilakukan badak jawa (berkubang dan mandi), serta jenis-jenis badak yang ada di dunia. Selain pengenalan badak jawa dan satwa lainnya di TN. Ujung Kulon, juga diinformasikan pendidikan lingkungan sekitar, misalnya fungsi hutan mangrove, pentingnya menjaga kebersihan dan mengajak anak-anak untuk menanam dan merawat pohon, baik di rumah maupun di sekolah.

Setelah melihat gambar dan mendengarkan penjelasan, anak-anak melihat film mengenai Ujung Kulon. Film dokumenter ini tidak hanya menceritakan tentang badak jawanya saja, tetapi juga keindahaan panorama dan aktivitas rekreasi yang dapat dilakukan di Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang, seperti berkano dan menyelam. Beberapa guru dan orang tua murid yang ikut serta mendampingi putra-putrinya tampak tertarik untuk berkunjung ke TN. Ujung Kulon. Sesaat sebelum pulang, anak-anak kembali diingatkan agar setelah sampai di rumah agar menyampaikan kepada keluarga bahwa di Ujung Kulon terdapat badak jawa. Selain itu juga diingatkan agar membuang sampah pada tempatnya dan membiasakan untuk menanam dan merawat pohon.

Selama penyampaian materi, Wahyudin, salah seorang guru di SLB Bahari, membantu menyampaikan penjelasan kepada penyandang tuna rungu dengan menggunakan bahasa isyarat.  Pak Wahyudin telah 10 tahun mendedikasikan dirinya untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus, utamanya penyandang tuna rungu. Menurutnya dengan mengajar di SLB Bahari, dirinya dan ilmu yang dimilikinya dapat berguna dan bermanfaat, tidak hanya bagi anak-anak berkebutuhan khusus saja, tetapi juga bagi keluarga si anak. Tak jarang diluar jam sekolah, para orang tua meminta bantuan dari pak Wahyudin untuk menyelesaikan kesulitan yang dihadapi orang tua berkaitan dengan putra-putrinya yang berkebutuhan khusus.

Pada kesempatan ini, pak Wahyudin juga berharap bahwa anak-anak berkebutuhan khusus ini dapat menerima pengetahuan yang tidak hanya berupa teori saja, tetapi dapat secara langsung melihat satwa meskipun dalam bentuk awetan di Visitor Center serta mendapatkan informasi mengenai badak jawa. Harapannya tentu saja tidak hanya berhenti disini saja, pak Wahyudin berharap kerja sama lebih lanjut dapat dilakukan dengan siswa-siswi SLB Bahari misalnya dalam hal penanaman pohon atau kegiatan lainnya yang mengenalkan anak-anak berkebutuhan khusus pada lingkungan hidup.

“Tidak hanya siswa-siswi yang mendapatkan anugrah tubuh normal yang dapat mengetahui tentang badak jawa , kami pun berhak tahu...” tutup pak Wahyudin.

(Monica Dyah)

Last Updated on Wednesday, 13 November 2013 08:56
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 104 guests online

Pengunjung

782118
Hari IniHari Ini214
KemarinKemarin516
Minggu IniMinggu Ini1597
Bulan IniBulan Ini14141
SemuaSemua782118