Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Desain Tapak Pulau Peucang

Desain Tapak Pulau Peucang

Saturday, 22 June 2013 09:36 Admin TNUK
Print PDF

DESAIN TAPAK PENGELOLAAN PARIWISATA ALAM

PULAU PEUCANG - TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 

Setahun yang lalu Taman Nasional (TN) Ujung Kulon telah menyusun Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di salah satu zona pemanfaatan yaitu Pulau Peucang. Pulau Peucang dengan keragaman potensi wisata alam yang sangat besar menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan wisata alam di TN.Ujung Kulon. Dengan luas ± 450 Ha, Pulau Peucang memiliki beberapa objek daya tarik wisata antara lain petualangan di jalur tracking Karang Copong, wisata bahari di perairan sekitar Pulau Peucang, atraksi satwa liar di Padang Penggembalaan Cidaon dan wisata sejarah Tanjung Layar.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor. SK.100/IV-SET/2011 tentang Zonasi Taman Nasional Ujung Kulon, wilayah Pulau Peucang dan perairan di sekitarnya terbagi atas zona rimba, zona pemanfaatan dan zona perlindungan bahari. Di dalam zona pemanfaatan tersebut dimungkinkan dilakukannya kegiatan usaha pariwisata alam. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.48/Menhut-II/2010 jo. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.04/Menhut-II/2011 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam, usaha pariwisata alam direncanakan sesuai dengan desain tapak pengelolaan pariwisata alam yang disusun oleh Kepala UPT dan disyahkan oleh Direktur Teknis di Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Penyusunan desain tapak tersebut telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor. P.3/IV-SET/2011 tentang Pedoman Penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam.

Dalam rangka mendukung peraturan tersebut dan mencapai harmonisasi pengelolaan dan penyelenggaraan pariwisata alam sesuai dengan kaidah, prinsip dan fungsi kawasan maka Balai TN. Ujung Kulon melakukan penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam di Pulau Peucang. Hal tersebut dilaksanakan dengan mengorganisasi dan membagi ruang pengelolaan pariwisata alam di zona pemanfaatan, zona perlindungan bahari dan zona rimba untuk ruang publik dan ruang usaha penyediaan jasa/sarana pariwisata alam.

Tujuan Penyusunan Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Pulau Peucang, TN. Ujung Kulon adalah:

  1. Menentukan ruang publik dan ruang usaha penyediaan jasa/sarana wisata alam di Pulau Peucang, TN. Ujung Kulon.
  2. Menyusun rancangan peta desain tapak pengelolaan wisata alam di Pulau Peucang, TN. Ujung Kulon.

Tahapan yang dilalui dalam penyusunan desain tapak ini adalah persiapan mulai dari pembentukan tim kerja dan penyusuna n rencana kerja; pengumpulan dan analisis data yang meliputi kajian pustaka, survey dan pemetaan lapangan, penyusunan draft rancangan desain tapak; pembahasan; penilaian Kepala Balai dan Pengesahan dari Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung.

Hasil pengamatan dan analisis tersebut di atas kemudian ditampilkan secara detail dalam diagram analisis tapak. Diagram Analisis Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Pulau Peucang secara lengkap tersaji pada Gambar 1 berikut ini.


Gambar 1. Diagram Analisis Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Pulau Peucang

Berdasarkan penilaian Kepala Balai TN. Ujung Kulon, konsultasi dan pembahasan di Direktorat  Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung maka diputuskan di Pulau Peucang dan perairan sekitarnya terdapat ruang publik seluas 235,52 Ha yang terdapat di zona rimba (1,96 Ha), zona perlindungan bahari (230,81 Ha), dan zona pemanfaatan (2,75 Ha). Ruang usaha hanya terdapat di zona pemanfaatan seluas 97,25 Ha Melalui pembagian ruang tersebut diharapkan akan mempermudah pengelolaan kawasan serta mewujudkan keserasian antara alam dan pembangunan pariwisata alam di TN. Ujung Kulon.

Last Updated on Monday, 22 July 2013 09:52
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 67 guests online

Pengunjung

898243
Hari IniHari Ini439
KemarinKemarin458
Minggu IniMinggu Ini3113
Bulan IniBulan Ini8444
SemuaSemua898243