Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Workshop Konservasi Identifikasi Jenis Kukang

Workshop Konservasi Identifikasi Jenis Kukang

Tuesday, 14 May 2013 10:39 Admin TNUK
Print PDF

WORKSHOP KONSERVASI IDENTIFIKASI JENIS KUKANG JAWA DAN NON JAWA

BERSAMA YAYASAN IAR INDONESIA

 

Yayasan IAR (International Animal Rescue Indonesia berkerjasama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengadakan Workshop mengenai satwa kukang. Workshop yang mengambil tema Konservasi Kukang Indonesia dan permasalahannya ini dilaksanakan di Ruang Audio Visual Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon pada tanggal 14 Mei 2013. Kegiatan sehari ini diikuti oleh staf teknis lingkup Balai Taman Nasional Ujung Kulon.

Sebagai pembicara dalam workshop ini adalah Richard S.Moore, Indah Winarti, dan Wendi Prameswari yang ketiganya berasal dari Yayasan International Animal Rescue.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Dr. Ir . Moh Haryono M.Si membuka kegiatan workshop ini dengan harapan adanya sharing informasi terkait dengan ekologi kukang dan permasalahannya. Selain itu bertindak sebagai pendamping Ketua Yayasan IAR Indonesia Agustinus Taufik menyampaikan bahwa populasi kukang selama ini baru terdata penyebarannya di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk itu kedepan akan didapatkan informasi penyebaran Kukang dan diharapkan hasil workshop mendapatkan hal yang positif dan dapat membuat jaringan bagi konservasi Kukang, dan bagi peserta workshop akan diajarkan cara untuk mengidentifikasi jenis kukang Jawa dan Non Jawa.

Kukang merupakan hewan yang soliter dan nokturnal yang aktif di malam hari, kukang memakan nektar, getah, sedikit buah, serta beberapa reptil kecil. Habitat hidup kukang adalah dihutan alami serta di kebun talun. Kukang mempunyai sebaran di wilayah indonesia yaitu Kukang Sumatera, Kukang Jawa dan Kukang Kalimantan, dalam beberapa tahun ini dilaporkan bahwa kukang diperdagangkan dan dipelihara secara bebas. (Selvianna)

Last Updated on Wednesday, 17 July 2013 10:39
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 70 guests online

Pengunjung

898243
Hari IniHari Ini439
KemarinKemarin458
Minggu IniMinggu Ini3113
Bulan IniBulan Ini8444
SemuaSemua898243