Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita PEH Ujung Kulon Berhasil Identifikasi 35 Ekor Badak Jawa

PEH Ujung Kulon Berhasil Identifikasi 35 Ekor Badak Jawa

Friday, 05 October 2012 10:35 Admin TNUK
Print PDF

WOW....PENGENDALI EKOSISTEM HUTAN (PEH) BALAI TN. UJUNG KULON BERHASIL IDENTIFIKASI 35 EKOR BADAK JAWA

 

Labuan : Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Informasi mengenai perkembangan dan jumlah populasi badak jawa menjadi sangat penting sebagai dasar pengelolaan. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah badak jawa termasuk satwa yang sulit untuk dijumpai secara langsung. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kekurangan dan memvalidasi data populasi badak jawa, pada tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah melakukan kegiatan monitoring badak jawa dengan pemasangan video trap pada setiap titik pengamatan  tiap blok di semenanjung Ujung Kulon selama 9 bulan.

Selama proses kegiatan antara bulan Februari sampai dengan November 2011, diperoleh 427 klip badak jawa. Masing-masing klip diidentifikasi morfologi tubuhnya seperti bentuk telinga, bentuk dan tipe cula, ekor, lipatan leher, dan ciri khusus fisik tiap individu seperti luka dan cacat fisik. Proses identifikasi tersebut juga diperkuat dengan lokasi, frekuensi dan waktu individu badak jawa tersebut terekam oleh video kamera. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Ujung Kulonbeserta tim lainnya telah berhasil menginventarisasi dan identifikasi ciri-ciri Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) hasil monitoring dengan menggunakan kamera Video Trap pada tahun 2011, sekaligus memberi nama-nama untuk setiap Badak Jawa yang teridentifikasi beserta dengan ciri-cirinya, sebagaimana dimuat dalam Surat KEPUTUSAN KEPALA BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON Nomor : SK. 162 /Kpts/IV-T.10/KKH/2012. Sudah sepatutnya PEH Balai TNUK mendapatkan apresiasi atas usaha dan upayanya untuk selalu meningkatkan eksistensinya, penguasaan metodologi dan teknis di lapangan menjadi modal kuat dalam capaian hasil ini.

Memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat dalam kegiatan Monitoring Badak Jawa di TNUK periode tahun 2011, diantaranya kepada :

Kepala Balai TNUK sebagai Pelindung

Kepala Sub Bag TU sebagai Supervisi

Kepala SPTN II P. Handeuleum sebagai Supervisi

Desy Satya Chandradewi (PEH) sebagai Supervisi

Ai Rohaeti (PEH) sebagai  Bendahara Tim

Haryono (PEH) sebagai Sekretaris

Aom Muhtarom (PEH) sebagai Ketua Unit II tim Rhino Observation and Activity

Management (ROAM)

Daryan (PEH) sebagai Ketua Unit II tim Rhino Observation and Activity Management (ROAM)

Asep Yayus Firdaus (PEH) sebagai Ketua Unit II tim Rhino Observation and Activity

Management (ROAM)

Aris Budi Pamungkas seksi Peralatan dan Perlengkapan

Arif Junaedi Tim Pengamanan

Kelompok Masyarakat dari Desa Ujungjaya dan Desa Tamanjaya

 

 

Untuk dapat melihat daftar nama 35 individu Badak Jawa silahkan download disini

Last Updated on Friday, 05 October 2012 11:19
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 31 guests online

Pengunjung

868139
Hari IniHari Ini131
KemarinKemarin572
Minggu IniMinggu Ini1339
Bulan IniBulan Ini10469
SemuaSemua868139