Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Halal Bihalal

Halal Bihalal

Friday, 14 September 2012 00:00 Admin TNUK
Print PDF

HALAL BIHALAL IDUL FITRI 1433 H

 

Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci. Kelahiran seorang manusia, dalam kaca Islam, tidak dibebani dosa apapun. Kelahiran seorang anak, masih dalam pandangan Islam, diibaratkan secarik kertas putih. Dan dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa. Karena itu, perlu upaya mengembalikan kembali pada kondisi sebagaimana asalnya. Dalam rangka meningkatkan tali silahturahmi selepas Idul Fitri , Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengadakan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1433 H pada hari jumat tanggal 31 agustus pukul 13:00, bertempat di kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Acara tersebut dihadiri oleh Pegawai Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Mitra kerja Balai Taman Nasional Ujung Kulon antara lain : Muspika camat Labuan, Kapolsek Labuan, Danramil Labuan, Pimpinan Bank Jabar Banten, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Mandiri Cabang Labuan, Direktur PT Cibaliung Sumber Daya, Direktur Yayasan Badak Indonesia, Manajer WWF Ujung Kulon, Manajer POKJA AKBJ, Manager Hotel Kharisma, dan Beserta Kepala Sekolah SMAN 3, SMKN 3 serta Kepala SMPN 2 Labuan.

Dalam acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1433 H hadir sebagai Pembuka Acara Ka Sub Tata Usaha Balai Taman Nasional Ujung Kulon  Wawan Gunawan, SH. Serta sambutan oleh Kepala Balai Taman Nasional Dr. Ir. Moh Haryono, M.Si. Dalam Sambutannya Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon menyampaikan arti dari kata MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN yaitu minal ‘ aidin itu berarti kembali kepada kesucian  dan wal faizin berarti kembali kepada kondisi semula, acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan oleh Ustad Ali Saepudin LC yang mengupas tentang arti pentingnya silahturahmi setelah lebaran dengan adanya acara Halal Bihalal ini maka kita saling menjaga hubungan kekeluargaan atau saling menjaga ikatan kekerabatan diantara sesama umat muslim, selain itu dengan adanya halal bihalal ini dapat menciptakan keharmonisan dan kerukunan antar sesama seperti meluruskan  benang yang kusut antar sesama, menghangatkan hubungan yang tadinya beku sehingga cair kembali, melepaskan ikatan yang membelenggu, serta menyelesaikan kesulitan dan problem yang menghadang terjalinnya keharmonisan hubungan karena sudah lama tak berkunjung satu sama lain. Acara semakin bermakna dan sejuk dengan tembang – tembang rohani dengan alunan irama gambus. Kemudian acara diisi dengan makan bersama dan ramah tamah.

Last Updated on Thursday, 27 September 2012 11:32
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 54 guests online

Pengunjung

868140
Hari IniHari Ini132
KemarinKemarin572
Minggu IniMinggu Ini1340
Bulan IniBulan Ini10470
SemuaSemua868140