Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Fasilitasi Pelatihan SIM RBM

Fasilitasi Pelatihan SIM RBM

Friday, 13 July 2012 13:46 Admin TNUK
Print PDF

SIARAN PERS

 

FASILITASI PELATIHAN SIM RESORT BASED MANAGEMENT MELALUI INHOUSE TRAINING

DI TINGKAT LAPANGAN DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON


Carita (6/7/2012) – Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung (KKBHL) memfasilitasi pelatihan SIM Resort Based Managemen melalui kegiatan inhouse training di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) pada tanggal 4 sd 6 Juli 2012 di Cottage Desiana Carita, sebanyak 45 peserta dari 3 UPT PHKA mengikuti kegiatan ini, terdiri dari  36 peserta dari BTNUK, 5 orang peserta dari BTN. Kepulauan Seribu dan 4 orang peserta dari Balai Besar KSDA Jabar, melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengidentifikasi dan menganalisis data secara spasial sebagai tindakan prioritas jangka pendek, sekaligus untuk memotivasi semangat kerja petugas resort dan membantu mengatasi kesulitan yang sering terjadi di lapangan. Sehingga output dari kegiatan ini diharapkan para peserta mampu mengisi tallysheet, menggunakan GPS dengan baik dan optimal serta dapat mengimplementasikan sistem RBM secara berkala di setiap unit pengelolaan taman nasional.

Renstra Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) tahun 2010-2014 disebutkan bahwa salah satu Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dari Direktorat KKBHL adalah peningkatan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi melalui pengelolaan berbasis resort di 50 TN. Melalui kegiatan fasilitasi pelatihan SIM RBM di tingkat lapangan, diharapkan target tersebut dapat dicapai.

Wiratno, Kepala Balai Besar KSDA NTT sekaligus penggagas ide RBM mengatakan bahwa RBM adalah sistem yang dibangun untuk meningkatkan kehadiran staf di lapangan sekaligus penguasaan staf terhadap potensi, masalah, tantangan, dan solusi “RBM hanya sekedar menjadi jargon apabila tidak segera dilaksanakan. Di masa lalu, orang konservsi dikenal sebagai “orang PPA”. Mengapa mereka demikian dikenal sebagai “orang PPA?”. Jawabannya hanya satu, karena mereka secara rutin ada di lapangan, dan bekerja di lapangan.” ujarnya menambahkan.

Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam sambutannya menyampaikan “Berbicara konsep RBM tidak hanya berpikir bagaimana pengelolaan resort sebagai satuan terkecil di dalam manajemen TN, tetapi konsep RBM harus mampu menjadikan petugas resort untuk mengembangkan jejaring kerja di tingkat lokal, baik dengan aparat desa hingga muspika, sehingga RBM dapat menjadi sarana untuk mencapai IKK yang telah ditetapkan”.

Gatot Soebiantoro, Kasubdit Pemolaan dan Pengembangan menekankan bahwa “Implementasi RBM di setiap UPT tidak harus seragam, karena potensi, tantangan, permasalahan, dan solusi di setiap UPT pasti berbeda-beda”. Beliau menambahkan  bahwa “Taman Nasional Ujung Kulon adalah salah satu tempat yang paling tepat sebagai percontohan untuk mengembangkan format tally sheet untuk implementasi RBM, karena memiliki kompleksitas tantangan dan potensi yang berasal dari dalam dan luar TNUK”.

 

Labuan, 13 Juli 2012

Urusan Kerjasama dan Humas Balai Tn Ujung Kulon

 

Contact Person :

Moh. Haryono, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon

0813 1100 3920, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Last Updated on Monday, 16 July 2012 13:36
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 38 guests online

Pengunjung

900539
Hari IniHari Ini254
KemarinKemarin491
Minggu IniMinggu Ini2285
Bulan IniBulan Ini10740
SemuaSemua900539