Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Populasi Badak Jawa di TNUK

Populasi Badak Jawa di TNUK

Saturday, 31 December 2011 08:26 Admin TNUK
Print PDF

 

SIARAN PERS
Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon
Jakarta, 29 Desember 2011
Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.
Informasi mengenai perkembangan dan jumlah populasi badak jawa menjadi sangat penting sebagai dasar pengelolaan. Akan tetapi kehidupan badak di habitatnya sendiri sulit dijumpai langsung. Disamping itu, sosok badak yang sifatnya individual atau soliter serta bergerak menyebar di habitatnya adalah kendala dalam inventarisasi populasi. Sejak tahun 1967 hingga 2008, Balai TNUK hanya dapat melakukan penghitungan populasi badak berdasarkan jejak dalam transek, dan hasil inventarisasi hanya perkiraan.
Pengelolaan konservasi badak jawa di Indonesia adalah meningkatkan populasi, disamping perluasan  habitat badak jawa dan kualitasnya yang memadai.  Sebagaimana diketahui, bahwa perkiraan populasi nya kecil (sekitar 50 ekor), dan strategi konservasi jenis satwa ini yang telah ditetapkan (Permenhut Nomor 43 tahun 2007) memiliki target jumlah individunya pada tahun 2015 dapat menjadi 70 – 80 ekor.
Guna memperoleh kapastian individu badak serta populasinya di TNUK, pada tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon menerapkan cara-cara baru dalam inventarisasinya. Video digunakan di lapangan, dengan menempatkannya pada setiap titik pengamatan  tiap blok di semenanjung Ujung Kulon selama 9 bulan. Hasil dari penggunaan video ini telah diketahui jelas masing-masing individu dan populasi badak jawa secara minimal yang masih hidup di TNUK, disampinga perilaku dan wilayah jelajah nya bisa dipelajari.
Selama proses kegiatan antara bulan Februari sampai dengan November 2011, diperoleh 427 klip video film badak jawa di habitat alaminya. Masing-masing klip diidentifikasi morfologi tubuhnya seperti bentuk telinga, bentuk dan tipe cula, ekor, lipatan leher, dan ciri khusus fisik tiap individu seperti luka dan cacat fisik, sehingga diipastikan individu-individu badak yang ada di lapangan. Proses identifikasi tersebut juga diperkuat dengan lokasi, frekuensi dan waktu individu badak jawa tersebut terekam oleh setiap video kamera.
Dari hasil identifikasi tersebut diperoleh hasil 35 individu badak jawa yang berbeda terekam oleh video kamera. Tiga puluh lima individu badak jawa yang teridentifikasi terdiri dari 22 individu badak jawa jantan dan 13 individu badak jawa betina. Pada tahun 2011, 5 individu badak jawa anak terekam yang terdiri dari tiga jantan dan satu  betina. Individu tersebut terekam pada bulan Maret, Juli dan Oktober di wilayah Citadahan, Cikeusik dan Cibandawoh.. Hal ini juga membuktikan bahwa badak jawa di TN.Ujung Kulon mengalami perkembangan.

SIARAN PERS

Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Jakarta, 29 Desember 2011


Badak jawa merupakan satu dari dua jenis spesies badak yang ada di Indonesia dan terkonsentrasi hanya di wilayah Semenanjung Ujung Kulon Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa  diklasifikasikan sebagai satwa sangat terancam punah dalam red list book IUCN (International Union for Conservation of Nature) sementara itu CITES (Convention of International Trade in Endangered Species) telah mengkategorikan badak jawa dalam kelompok Appendix I. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Informasi mengenai perkembangan dan jumlah populasi badak jawa menjadi sangat penting sebagai dasar pengelolaan. Akan tetapi kehidupan badak di habitatnya sendiri sulit dijumpai langsung. Disamping itu, sosok badak yang sifatnya individual atau soliter serta bergerak menyebar di habitatnya adalah kendala dalam inventarisasi populasi. Sejak tahun 1967 hingga 2008, Balai TNUK hanya dapat melakukan penghitungan populasi badak berdasarkan jejak dalam transek, dan hasil inventarisasi hanya perkiraan.

Pengelolaan konservasi badak jawa di Indonesia adalah meningkatkan populasi, disamping perluasan  habitat badak jawa dan kualitasnya yang memadai.  Sebagaimana diketahui, bahwa perkiraan populasi nya kecil (sekitar 50 ekor), dan strategi konservasi jenis satwa ini yang telah ditetapkan (Permenhut Nomor 43 tahun 2007) memiliki target jumlah individunya pada tahun 2015 dapat menjadi 70 – 80 ekor.

Guna memperoleh kapastian individu badak serta populasinya di TNUK, pada tahun 2011 Balai Taman Nasional Ujung Kulon menerapkan cara-cara baru dalam inventarisasinya. Video digunakan di lapangan, dengan menempatkannya pada setiap titik pengamatan  tiap blok di semenanjung Ujung Kulon selama 9 bulan. Hasil dari penggunaan video ini telah diketahui jelas masing-masing individu dan populasi badak jawa secara minimal yang masih hidup di TNUK, disampinga perilaku dan wilayah jelajah nya bisa dipelajari.

Selama proses kegiatan antara bulan Februari sampai dengan November 2011, diperoleh 427 klip video film badak jawa di habitat alaminya. Masing-masing klip diidentifikasi morfologi tubuhnya seperti bentuk telinga, bentuk dan tipe cula, ekor, lipatan leher, dan ciri khusus fisik tiap individu seperti luka dan cacat fisik, sehingga diipastikan individu-individu badak yang ada di lapangan. Proses identifikasi tersebut juga diperkuat dengan lokasi, frekuensi dan waktu individu badak jawa tersebut terekam oleh setiap video kamera.

Dari hasil identifikasi tersebut diperoleh hasil 35 individu badak jawa yang berbeda terekam oleh video kamera. Tiga puluh lima individu badak jawa yang teridentifikasi terdiri dari 22 individu badak jawa jantan dan 13 individu badak jawa betina. Pada tahun 2011, lima individu badak jawa anak terekam yang terdiri dari tiga jantan dan dua betina. Individu tersebut terekam pada bulan Maret, Juli dan Oktober di wilayah Citadahan, Cikeusik dan Cibandawoh. Hal ini juga membuktikan bahwa badak jawa di TN.Ujung Kulon mengalami perkembangan.


 

Last Updated on Wednesday, 04 January 2012 14:53
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 35 guests online

Pengunjung

868139
Hari IniHari Ini131
KemarinKemarin572
Minggu IniMinggu Ini1339
Bulan IniBulan Ini10469
SemuaSemua868139