Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Fasilitasi Manfaat Konservasi SDAH & E TNUK Bagi Pendidikan

Fasilitasi Manfaat Konservasi SDAH & E TNUK Bagi Pendidikan

Thursday, 22 December 2011 11:03 Admin TNUK
Print PDF

Fasilitasi Manfaat Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem

Taman Nasional Ujung Kulon Bagi Pendidikan

 

 

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan media yang tepat bagi pendidikan. Keanekaragaman sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya mempunyai peranan yang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Pelajar maupun guru-guru pendidik dapat menimba ilmu dan mengembangkan wawasan  terutama mengenai hubungan timbal balik antara manusia dengan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya serta unsur-unsur yang terkandung di dalam sumberdaya alam hayati itu sendiri. Dengan bekal pengetahuan tersebut, maka akan muncul kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran tersebut tentunya akan memberi pengaruh yang sangat positif bagi pengembangan sikap dan tindakan pelajar maupun guru-guru dalam berkontribusi menjaga dan melaksanakan pengelolaan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya secara bijaksana dan berkesinambungan.

Demi membangun kesadaran tersebut pada tanggal 12-14 Desember 2011, Balai TN. Ujung Kulon menyelenggarakan kegiatan “Fasilitasi Manfaat Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Taman Nasional Ujung Kulon Bagi Pendidikan” khususnya bagi tenaga pendidik di tingkat menengah atas/kejuruan di Kabupaten Pandeglang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pengenalan langsung potensi dan fungsi TN. Ujung Kulon di lapangan; pemahaman konservasi oleh Balai TN. Ujung Kulon; dan apresiasi keindahan alami sumber daya alam hayati TN. Ujung Kulon.

Kegiatan ini dilakukan di Pulau Peucang dan diikuti langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Kepala Bidang SMU/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, 1 (satu) orang pengawas SMU/SMK Kabupaten Pandeglang, Pengawas , 3 (tiga) orang kepala sekolah, dan 11 (sebelas) orang guru dari SMAN I Pandeglang, SMAN 3 Pandeglang, SMAN 4 Pandeglang, SMAN 16 Pandeglang dan SMKN 3 Pandeglang.

Banyak hal yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan “Fasilitasi Manfaat Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Taman Nasional Ujung Kulon Bagi Pendidikan” diantaranya adalah pemaparan materi mengenai Program dan Kegiatan Konservasi TN. Ujung Kulon; Inventarisasi Badak Jawa menggunakan Video Trap dengan Metode CMR (Capture mark Recapture); Rencana Pelaksanaan JRSCA (Javan Rhino Study and Conservation Area) di TN. Ujung Kulon; Penegakan Hukum Konservasi Sumberdaya Alam Hayati TN. Ujung Kulon; Potensi Sumber daya Alam Hayati Perairan Laut di TN. Ujung Kulon; dan Prospek pengembangan Wisata Alam di TN. Ujung Kulon. Selain itu dilakukan pula kunjungan langsung ke beberapa lokasi yang strategis sebagai media pembelajaran seperti Karang Copong, Tanjung Layar dan Cidaon.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini guru-guru sekolah tingkat menengah atas/kejuruan di lingkup Kabupaten Pandeglang dapat lebih memahami peran strategis Taman Nasional Ujung Kulon sebagai kawasan konservasi dan menjadikan kawasan TN. Ujung Kulon sebagai Laboratorium Alam bagi tenaga pendidik maupun pelajar.

 

 

 

 

Last Updated on Friday, 23 December 2011 08:48
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 41 guests online

Pengunjung

811234
Hari IniHari Ini150
KemarinKemarin464
Minggu IniMinggu Ini614
Bulan IniBulan Ini13444
SemuaSemua811234