Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details

Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Kemah Konservasi

Kemah Konservasi

Monday, 06 June 2011 11:05 Admin TNUK
PDF

Kemah Konservasi

Balai Taman Nasional Ujung Kulon Tahun 2011

 

 

Dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan di kalangan generasi muda khususnya pramuka baik tingkat penggalang-SLTP maupun penegak-SLTA, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah menyelenggarakan kegiatan Kemah Konservasi.  Kemah Konservasi Balai Taman Nasional Ujung Kulon ini  diselenggarakan di halaman Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Sumur di Cibayoni. Kegiatan ini  diselenggarakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 30-31 Mei 2011 dan diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang siswa dan pendamping perwakilan dari masing-masing sekolah yang berada dalam lingkup wilayah Kecamatan Sumur.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan baik dari staf SPTN III Sumur maupun dari pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Sumur. Selanjutnya dilakukan overview oleh Plt. Kepala SPTN Wilayah III Sumur tentang Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon beserta potensi keaneragaman hayatinya. Selain itu, untuk mengenalkan lebih jauh tentang manfaat Taman Nasional Ujung Kulon peserta juga diberikan materi-materi seperti budidaya anggrek, identifikasi dan pengenalan jenis kupu-kupu, tanaman obat, penangkaran rusa dan pembibitan pohon.
Agar tidak cepat bosan dan kejenuhan disela-sela waktu pemberian materi, peserta diajak untuk bermain dengan permainan-permainan yang bersifat edukatif seperti nama-nama lucu, yel-yel, polisi dan penjahat, badai dan rintik, dan lain-lain. Selain bentuk-bentuk permainan tersebut, dilakukan juga pemutaran film edukasi yaitu “Turtle World”. Dalam film ini digambarkan tentang perilaku manusia yang dianimasikan dalam bentuk kera yang tidak mempedulikan alam dan tidak pernah puas dalam menggunakan sumberdaya alam tanpa upaya pelestarian.
Untuk mendekatkan kepada alam dan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, panitia beserta dengan peserta dan pendamping melakukan kegiatan jelajah alam. Adapun jarak yang ditempuh kurang lebih 2 km dengan waktuh tempuh 1 jam. Rute jelajah alam melewati hutan mahoni dan Gua Lalai. Peserta sangat berkesan terutama ketika melewati Gua Lalai yang gelap dan penuh dengan kelelawar. Acara turut dimeriahkan pula dengan kreativitas seni dari masing-masing sekolah dan api unggun yang dibuat oleh peserta dan panitia.
Kegiatan kemah konservasi Balai Nasional Ujung Kulon ditutup dengan apel penutupan yang  di hadiri oleh peserta , pendamping dan panitia. Di akhir acara ini, Plt. Kepala SPTN III Wilayah Sumur berpesan agar peserta sebagai generasi muda dan penerus bangsa untuk selalu berfikir dan merenungkan semua pengetahuan yang didapat dalam kegiatan ini. Disamping itu yang terpenting adalah mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari perilaku konservasi, sehingga bumi ini tetap lestari.

Dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan di kalangan generasi muda khususnya pramuka baik tingkat penggalang-SLTP maupun penegak-SLTA, Balai Taman Nasional Ujung Kulon telah menyelenggarakan kegiatan Kemah Konservasi.  Kemah Konservasi Balai Taman Nasional Ujung Kulon ini  diselenggarakan di halaman Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Sumur di Cibayoni. Kegiatan ini  diselenggarakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 30-31 Mei 2011 dan diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang siswa dan pendamping perwakilan dari masing-masing sekolah yang berada dalam lingkup wilayah Kecamatan Sumur.

 

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan baik dari staf SPTN III Sumur maupun dari pengurus Kwartir Ranting Kecamatan Sumur. Selanjutnya dilakukan overview oleh Plt. Kepala SPTN Wilayah III Sumur tentang Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon beserta potensi keaneragaman hayatinya. Selain itu, untuk mengenalkan lebih jauh tentang manfaat Taman Nasional Ujung Kulon peserta juga diberikan materi-materi seperti budidaya anggrek, identifikasi dan pengenalan jenis kupu-kupu, tanaman obat, penangkaran rusa dan pembibitan pohon.

Pengenalan tanaman obat

 

Agar tidak cepat bosan dan kejenuhan disela-sela waktu pemberian materi, peserta diajak untuk bermain dengan permainan-permainan yang bersifat edukatif seperti nama-nama lucu, yel-yel, polisi dan penjahat, badai dan rintik, dan lain-lain. Selain bentuk-bentuk permainan tersebut, dilakukan juga pemutaran film edukasi yaitu “Turtle World”. Dalam film ini digambarkan tentang perilaku manusia yang dianimasikan dalam bentuk kera yang tidak mempedulikan alam dan tidak pernah puas dalam menggunakan sumberdaya alam tanpa upaya pelestarian.

 

Untuk mendekatkan kepada alam dan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, panitia beserta dengan peserta dan pendamping melakukan kegiatan jelajah alam. Adapun jarak yang ditempuh kurang lebih 2 km dengan waktuh tempuh 1 jam. Rute jelajah alam melewati hutan mahoni dan Gua Lalai. Peserta sangat berkesan terutama ketika melewati Gua Lalai yang gelap dan penuh dengan kelelawar. Acara turut dimeriahkan pula dengan kreativitas seni dari masing-masing sekolah dan api unggun yang dibuat oleh peserta dan panitia.

Gua lalai yang gelap dan penuh dengan kelalawar

 

Kegiatan kemah konservasi Balai Nasional Ujung Kulon ditutup dengan apel penutupan yang  di hadiri oleh peserta , pendamping dan panitia. Di akhir acara ini, Plt. Kepala SPTN III Wilayah Sumur berpesan agar peserta sebagai generasi muda dan penerus bangsa untuk selalu berfikir dan merenungkan semua pengetahuan yang didapat dalam kegiatan ini. Disamping itu yang terpenting adalah mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari perilaku konservasi, sehingga bumi ini tetap lestari.

 

Last Updated on Saturday, 27 August 2011 23:05
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 35 guests online

Pengunjung

781705
Hari IniHari Ini317
KemarinKemarin487
Minggu IniMinggu Ini1184
Bulan IniBulan Ini13728
SemuaSemua781705