Pulau Handeleum

Pulau Handeuleum terletak di antara gugusan pulau-pulau kecil yang berada di ujung timur laut pantai Semenanjung Ujung Kulon. Luas Pulau Handeuleum ± 220 Ha. Di Pulau ini terdapat satwa rusa (Rusa timorensis), dan ular phyton. Pulau ini dikelilingi oleh hutan mangrove. See more details

Gunung Honje

Gunung honje merupakan salah satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon. Luas wilayah Gunung Honje ± 19.500 Ha dan disekitarnya dikelilingi oleh 19 (sembilan belas) desa penyangga baik yang berbatasan langsung maupun tidak langsung. Salah satu desa yang menjadi pintu gerbang masuk ke Taman Nasional U See more details

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan adalah sebuah pulau yang terletak paling barat di Ujung Semenanjung Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang dipisahkan oleh sebuah selat sempit. Pulau Panaitan merupakan pulau yang tidak kalah menariknya dengan Pulau Peucang. Pulau dengan luas ± 17.000 Ha ini memiliki berbagai potens See more details

Semenanjung Ujung Kulon

Wilayah Semenanjung Ujung Kulon merupakan habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), sehingga dalam pengelolaan wisata alam untuk lokasi ini sangat terbatas sekali. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu habitat Badak Jawa. Luas wilayah Semenanjung Ujung Kulon ini  ± 38.000 Ha. Kegiatan wisata See more details

Pulau Peucang

Pulau Peucang merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik dalam maupun luar negeri. Pulau dengan luas kawasan ± 450 ha ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta berbagai obyek wisata alam yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Fasilitas yang ada di Pulau Peucang an See more details
Selamat Datang Di Website Resmi Taman Nasional Ujung Kulon
::   Home Berita Monitoring Badak Jawa Dengan Video Trap

Monitoring Badak Jawa Dengan Video Trap

Saturday, 06 March 2010 11:03 Admin TNUK
Print PDF

Monitoring Badak Jawa Dengan Menggunakan Video Trap
Hendra Purnama, Pengendali Ekosistem Hutan Pelaksana di Taman Nasional Ujung Kulon
dikutip dari Laporan Kegiatan Monitoring Badak Jawa Menggunakan Video Trap


Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan habitat yang ideal bagi Badak Jawa. Di Taman Nasional Ujung Kulon tersedia berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi spesies tersebut, baik tempat berlindung, tempat berhubungan sosial, maupun ketersediaan jenis pakan, air dan mineral. Untuk mendapatkan data dan informasi mengenai badak jawa dan perilakunya, Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan WWF Ujung Kulon mengadakan kegiatan monitoring badak jawa dengan menggunakan video trap. Kegiatan pemasangan video trap bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah populasi badak jawa di Semenanjung Ujung Kulon yaitu dengan mengetahui jumlah individu, sex ratio, distribusi berdasarkan musim dan daerah konsentrasi serta perilaku badak jawa pada saat berkubang, mandi/berendam, kawin, makan, pengasuhan anak sampai proses penyapihan.

Kegiatan monitoring badak jawa dengan menggunakan video trap dilakukan pada blok yang dibuat berdasarkan grid pada peta kerja. Blok – blok ini akan membagi Semenanjung Ujung Kulon dalam luasan 400 Ha (2 km x 2 km) di masing-masing blok. Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki maka hanya dapat dipasang 35 unit video trap pada beberapa titik konsentrasi badak jawa. Hasil rekaman video yang diperoleh akan diidentifikasi dengan menggunakan metode Mike Grifith untuk membedakan setiap jenis individunya.
Kegiatan monitoring Badak Jawa menggunakan Video trapp yang dilaksanakan mulai bulan maret 2008 sampai dengan bulan Juli 2009 telah mendapatkan jumlah populasi sementara badak jawa yaitu 19 ekor individu yang berbeda yang terdiri dari 8 ekor betina, 11 ekor jantan dengan komposisi 8 induk betina, 4 anak, 2 remaja, dan 5 jantan dewasa. Selain data populasi, pemasangan video trap memberikan informasi baru secara visual  mengenai perilaku badak jawa seperti berkubang dan aktifitasnya, saltlick (pengambilan mineral), pola pengasuhan, cara berjalan, serta pola respirasi yang sebelumnya hal itu tidak dapat dilakukan. Hasil video trap tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai data awal dalam pengelolaan habitat badak jawa didalam habitat aslinya, Taman Nasional Ujung Kulon.

 

MONITORING BADAK JAWA DENGAN VIDEO TRAP

Hendra Purnama, Pengendali Ekosistem Hutan Pelaksana di Taman Nasional Ujung Kulon

dikutip dari Laporan Kegiatan Laporan Monitoring Badak Jawa Menggunakan Video Trap

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan habitat yang ideal bagi Badak Jawa. Di Taman Nasional Ujung Kulon tersedia berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi spesies tersebut, baik tempat berlindung, tempat berhubungan sosial, maupun ketersediaan jenis pakan, air dan mineral. Untuk mendapatkan data dan informasi mengenai badak jawa dan perilakunya, Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan WWF Ujung Kulon mengadakan kegiatan monitoring badak jawa dengan menggunakan video trap. Kegiatan pemasangan video trap bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah populasi badak jawa di Semenanjung Ujung Kulon yaitu dengan mengetahui jumlah individu, sex ratio, distribusi berdasarkan musim dan daerah konsentrasi serta perilaku badak jawa pada saat berkubang, mandi/berendam, kawin, makan, pengasuhan anak sampai proses penyapihan.

Kegiatan monitoring badak jawa dengan menggunakan video trap dilakukan pada blok yang dibuat berdasarkan grid pada peta kerja. Blok – blok ini akan membagi Semenanjung Ujung Kulon dalam luasan 400 Ha (2 km x 2 km) di masing-masing blok. Mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki maka hanya dapat dipasang 35 unit video trap pada beberapa titik konsentrasi badak jawa. Hasil rekaman video yang diperoleh akan diidentifikasi dengan menggunakan metode Mike Grifith untuk membedakan setiap jenis individunya.

Kegiatan monitoring Badak Jawa menggunakan Video trapp yang dilaksanakan mulai bulan maret 2008 sampai dengan bulan Juli 2009 telah mendapatkan jumlah populasi sementara badak jawa yaitu 19 ekor individu yang berbeda yang terdiri dari 8 ekor betina, 11 ekor jantan dengan komposisi 8 induk betina, 4 anak, 2 remaja, dan 5 jantan dewasa. Selain data populasi, pemasangan video trap memberikan informasi baru secara visual mengenai perilaku badak jawa seperti berkubang dan aktifitasnya, saltlick (pengambilan mineral), pola pengasuhan, cara berjalan, serta pola respirasi yang sebelumnya hal itu tidak dapat dilakukan. Hasil video trap tersebut diharapkan dapat dijadikan sebagai data awal dalam pengelolaan habitat badak jawa didalam habitat aslinya, Taman Nasional Ujung Kulon.
Last Updated on Tuesday, 09 March 2010 13:40
the world heritage

Yahoo! Messenger

tn_ujungkulon

 

contact tnuk



Kategori

We have 47 guests online

Pengunjung

811234
Hari IniHari Ini150
KemarinKemarin464
Minggu IniMinggu Ini614
Bulan IniBulan Ini13444
SemuaSemua811234